Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Inilah penyebab pembakaran masjid di Tolikara Papua

Inilah penyebab pembakaran masjid di Tolikara Papua

Tolikora-KoPi | Umat Muslim Tolikara, Papua, hari ini harus merasakan aksi kekerasan dan penistaan agama oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama Kristen. Satu masjid dibakar pada saat umat Islam Tolikara sedang shalat Ied rakaat pertama.

Ketika imam shalat Ied sedang takbir pertama tiba-tiba masjid dan beberapa rumah yang berjarak sekitar lima puluh meter dari lapangan tempat shalat Ied dibakar. Lalu secara beringas melempar para jamaah shalat. Sontak warga muslim yang sedang ibadah ketakutan dan berlari ke kodim Tolikara.

Berbagai media massa mengutip keterangan Jusuf Kalla (JK) yang menyebutkan bahwa pembakaran tersebut merupakan imbas dari speaker masjid yang sering dipakai untuk pengeras suara. Akan tetapi seorang tokoh muslim di sana membantah melalui akun twitter @NasutionMukri. Bantahan tersebut dimention ke akun twitter JK.

“Klo mslh speaker slm ini ummat Islam mematuhi itu, di Yahukimo jg larangan pake speaker dihormati kok. Ini bukan msl speaker Pak JK.”

Masyarakat menduga surat edaran dari GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) bernomor 90/SP/OIDI-WT/VII/2015 adalah penyebab gerakan pembakaran tersebut. Surat edaran berisi tiga hal, yaitu larangan perayaan Idul Fitri di Tolikara, boleh merayakan tapi di luar Tolikora, dan pelarangan penggunaan ‘yilbab’. |AG

back to top