Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Inilah efek perilaku LGBT yang mengerikan

foto: healthland.time.com foto: healthland.time.com

KoPi | Perilaku seksual dari kalangan LGBT memberikan efek yang tidak kecil baik efek kesehatan dan tatanan sosial. Efek-efek tersebut perlu diketahui sebagai bagian dari cara melihat dan merespon LGBT.

1. Efek Kesehatan

Masalah kesehatan yang paling ditakuti adalah HIV/AIDS. Sampai detik ini masih menjadi misteri bagaimana virus ini muncul dan bagaimana pengobatannya. LGBT merupakan salah satu penyumbang berkembang dan beredarnya virus ini dalam masyarakat selain perilaku seks lainnya yang keluar dari kaidah kesehatan dan agama.

Amerika Serikat menghadapi masalah serius persebaran penyakit HIV/AIDS dan penyakit-penyakit aneh lainnya akibat perilaku homoseksualitas. Centers for Diseases Control Prevention (CDCP) dilansir oleh Reuters memaparkan ada 1.1 juta pengidap HIV di Amerika. Sejumlah 4 persen dari pelaku homoseksualitas menyumbang 66 persen berkembangnya penyakit tersebut.

2. Efek mental

CDCP juga melaporkan bahwa para pelaku homoseksualitas mengidap masalah mental yang disebut sebagai syndemic yaitu dua kondisi masalah kesehatan yang bersamaan dalam populasi. Masalah mental ini muncul dalam bentuk depresi, penyalahgunaan alkohol, penyalahgunaan multi obat-obatan, dan praktik kekerasan seksual terhadap anak-anak.

Pada kasus di Indonesia kekerasan seksual pada anak-anak dari kalangan homoseksual sangat tinggi. Kominisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia melaporkan antara tahun 2010-2014 ada 21.869.796 kasus kekerasan pada anak yang mana 42-58 persen adalah kejahatan seksual. 

Dua efek baik kesehatan dan mental dari praktik LGBT ternyata lebih banyak efek buruknya. Pada fakta inilah sebenarnya masyarakat perlu menilai posisi LGBT dalam kehidupan sehari-hari. Menurut sosiolog Universitas Airlangga, Dr. Tuti Budirahayu LGBT merupakan bentuk penyimpangan.

"Jika melihatnya dari sistem norma dan nilai yang telah ada, LGBT merupakan perilaku menyimpang. Sedangkan setiap penyimpangan memberi kontribusi terhadap masalah-masalah sosial seperti kekerasan." |YP|

back to top