Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Ini kata Kahiyang Ayu puteri Jokowi paska gagal masuk CPNS

Ini kata Kahiyang Ayu puteri Jokowi paska gagal masuk CPNS
Surakarta-KoPi. Kahiyang Ayu, puteri kedua Jokowi presiden, gagal masuk CPNS di Kota Solo. Sebab nilai wawasan kebangsaannya tidak mencapai persyaratan minimal.

Akibat kegagalannya itu, tidak sedikit yang melakukan perundungan (bully) terhadap Kahiyang. Bahkan media seperti Jawa Pos menjadikannya sebagai headline dengan tag line "nilai wawasan kebangsaan jeblok".

Kahiyang Ayu menulis di akun twitternya @Ayangkahiyang: "Lulus ujian=kkn, nggak lulus ujian=bego". Respon-respon empatik pun berdatangan.

Salah satu respon empatik itu dari akun luar biasa.... nilai karakter kejujuran dan kemampuan. Semoga bisa jadi acuan contoh bagi putra putri indonesia yg lainnya.


Novri Susan, sosiolog dari Universitas Airlangga menjelaskan bahwa anak-anak Jokowi kini mendapatkan perhatian luas paska pelantikan presiden.

"Kehidupan akan berubah drastis, kebebasan tidak seperti dulu lagi, dan pagar nilai-nilai akan terasa seperti penjara besi untuk para anak presiden Jokowi."

Menurut sosiolog yang juga pakar branding tersebut proses penyesuaian akan ditandai oleh perubahan tutur kata, gestur dan letupan-letupan kecil seputar gaya hidup. Anak-anak Jokowi akan melawan untuk kebebasan sebagai manusia sosial sebagaimana warga lainnya.

"Saran saya, anak-anak presiden mawas diri pada setiap kata, gestur, dan segala tindakannya. Mereka menjadi representasi keluarga Indonesia". Pungkas Novri.*

 

Reporter: Amanullah Ginanjar W.

back to top