Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Iman Surahman : Hari anak momentum orang tua tanamkan akhlak mulia

Iman Surahman : Hari anak momentum orang tua tanamkan akhlak mulia
Jakarta - KoPi | Hari Anak Nasional (HAN) ditetapkan pemerintah pada setiap tanggal 23 Juli. Anak yang merupakan titipan Tuhan bagi para orang tua adalah harta bagi kemajuan bangsa.

Iman Surahman atau yang lebih akrab dipanggil Kak Iman menanggapi momen HAN tersebut. Menurutnya, anak adalah hal yang harus disyukuri atas pemberian Tuhan untuk mendapatkan keturunan.

Bagi pencetus dongeng ceria ini, ratusan atau bahkan ribuan orang di luar sana menanti kedatangan buah hati, namun belum dikehendaki. Maka dari itu, Iman menghimbau kepercayaan Tuhan dalam bentuk karunia anak ini tidak lantas disia-siakan begitu saja.

Apalagi menurut Iman, rentetan kasus kekerasan terhadap anak masih marak terjadi di Indonesia. Kasus bertubi-tubi yang menjadikan anak sebagai pelaku maupun korban dikarenakan minimnya kewaspadaan orang tua.

“Saat ini gadget merupakan ‘teman’ paling dekat bagi anak. Alat itu bisa menjadikan anak cerdas atau berkebalikan menjadi sembilu yang menyayat tubuhnya. Orang tua harus menjadi pendamping yang baik dalam penggunaan gadget anak,” ujar Iman kepada KoPi.

Pendiri yayasan Yatim Seribu Pulau ini juga menghimbau kepada orang tua untuk menanamkan akhlak mulia kepada anak lewat bercerita. Bagi pendongeng yang wajahnya sering muncul di televisi Indonesia ini akhlak yang ditanamkan kepada anak sejak dini akan membentuk karakter yang soleh untuk generasi penerus.

“Negara yang sangat hebat ini masih perlu pemimpin masa depan yang tidak hanya berpangkat duniawi. Alias, pangkat soleh dan solehah itu perlu untuk titel seorang pemimpin Indonesia,” tuturnya.

Lewat berdongeng, komunikasi antar orang tua dengan anak akan lancar dan mudah diingat. Sehingga situasi tersebut harus dimanfaatkan orang tua untuk melandasi imajinasi dan cita-cita anak untuk membentuk pribadi yang soleh.

“Barometer kebaikan itu ada pada diri orang tua. Biarkan hati nurani mereka yang bicara. Abaikan teori teori ciptaan manusia. Kedepankan hati nurani sebagai karunia ilahi” lanjutnya.

Saat ini Iman sendiri keliling Nusantara untuk mendongeng di satu tempat ke tempat lain. Kegiatan ini dilakukannya sebagai bentuk dakwah untuk membentuk pribadi soleh untuk anak Indonesia.

Dongeng yang Iman sampaikan tidak hanya dongeng biasa. Iman selalu menyelipkan makna islam dalam dongengnya agar mudah dipahami anak.

Seperti saat mendongeng si kancil, Iman kerap menanamkan kepada anak bahwa sikap sombong pada diri seseorang dilarang dalam agama. Sehingga kura-kura dapat memenangkan lomba dikarenakan usaha dan kesabarannya. |Labibah

back to top