Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Iman Surahman : Hari anak momentum orang tua tanamkan akhlak mulia

Iman Surahman : Hari anak momentum orang tua tanamkan akhlak mulia
Jakarta - KoPi | Hari Anak Nasional (HAN) ditetapkan pemerintah pada setiap tanggal 23 Juli. Anak yang merupakan titipan Tuhan bagi para orang tua adalah harta bagi kemajuan bangsa.

Iman Surahman atau yang lebih akrab dipanggil Kak Iman menanggapi momen HAN tersebut. Menurutnya, anak adalah hal yang harus disyukuri atas pemberian Tuhan untuk mendapatkan keturunan.

Bagi pencetus dongeng ceria ini, ratusan atau bahkan ribuan orang di luar sana menanti kedatangan buah hati, namun belum dikehendaki. Maka dari itu, Iman menghimbau kepercayaan Tuhan dalam bentuk karunia anak ini tidak lantas disia-siakan begitu saja.

Apalagi menurut Iman, rentetan kasus kekerasan terhadap anak masih marak terjadi di Indonesia. Kasus bertubi-tubi yang menjadikan anak sebagai pelaku maupun korban dikarenakan minimnya kewaspadaan orang tua.

“Saat ini gadget merupakan ‘teman’ paling dekat bagi anak. Alat itu bisa menjadikan anak cerdas atau berkebalikan menjadi sembilu yang menyayat tubuhnya. Orang tua harus menjadi pendamping yang baik dalam penggunaan gadget anak,” ujar Iman kepada KoPi.

Pendiri yayasan Yatim Seribu Pulau ini juga menghimbau kepada orang tua untuk menanamkan akhlak mulia kepada anak lewat bercerita. Bagi pendongeng yang wajahnya sering muncul di televisi Indonesia ini akhlak yang ditanamkan kepada anak sejak dini akan membentuk karakter yang soleh untuk generasi penerus.

“Negara yang sangat hebat ini masih perlu pemimpin masa depan yang tidak hanya berpangkat duniawi. Alias, pangkat soleh dan solehah itu perlu untuk titel seorang pemimpin Indonesia,” tuturnya.

Lewat berdongeng, komunikasi antar orang tua dengan anak akan lancar dan mudah diingat. Sehingga situasi tersebut harus dimanfaatkan orang tua untuk melandasi imajinasi dan cita-cita anak untuk membentuk pribadi yang soleh.

“Barometer kebaikan itu ada pada diri orang tua. Biarkan hati nurani mereka yang bicara. Abaikan teori teori ciptaan manusia. Kedepankan hati nurani sebagai karunia ilahi” lanjutnya.

Saat ini Iman sendiri keliling Nusantara untuk mendongeng di satu tempat ke tempat lain. Kegiatan ini dilakukannya sebagai bentuk dakwah untuk membentuk pribadi soleh untuk anak Indonesia.

Dongeng yang Iman sampaikan tidak hanya dongeng biasa. Iman selalu menyelipkan makna islam dalam dongengnya agar mudah dipahami anak.

Seperti saat mendongeng si kancil, Iman kerap menanamkan kepada anak bahwa sikap sombong pada diri seseorang dilarang dalam agama. Sehingga kura-kura dapat memenangkan lomba dikarenakan usaha dan kesabarannya. |Labibah

back to top