Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Heboh taksi uber, nasib mobil ompreng jadi tanda tanya

Heboh taksi uber, nasib mobil ompreng jadi tanda tanya
Surabaya - KoPi | Heboh adanya taksi uber di Jakarta menuai banyak kontroversi. Taksi yang menggunakan jenis kendaraan mobil biasa ini menyalahi aturan. Plat nomor yang tercantum tidak berwarna kuning seperti jenis transportasi umum lainnya.

Pengguna taksi uber itu sendiri merupakan member yang telah mendownload aplikasi tersebut. Dan pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu kredit . Pembayaran sesuai dengan jarak yang pengguna tempuh. Ancaman pemerintah mengenai taksi uber yang dinilai menyalahi aturan ini menuai banyak protes.

Faktanya, taksi tersebut membantu penurunan pengangguran di jakarta. Juga banyak pengguna yang lebih nyaman dalam menggunakan taksi jenis tersebut karena tanpa menggunakan uang cash.

Dibalik kecaman pemerintah terhadap taksi uber. Pemerintah  lupa bahwa ada segelintir angkutan yang tidak berplat kuning juga mengangkut penumpang. Mobil ompreng yang biasa mengangkut para penumpang dari sekitaran polda-semanggi dengan tujuan bermacam seperti Bekasi.

Menurut Sofyan selaku supir ompreng  telah menjadi mengompreng sejak 2013 silam setelah pensiun. “ketimbang nganggur, mobil juga nganggur, mending cari penghasilan gini, lumayan” ujarnya saat dihubungi KoPi.

Sofyan mengaku menjadi supir ompreng tidak mudah. Bahkan harus memodifikasi mobilnya agar muat diduduki banyak orang. Ia juga harus bayar sejumlah uang kepada paguyuban omprengan agar mendapat jatah penumpang. Sampai saat ini, belum ada kecaman apapun dari pemerintah dari pekerjaannya sebagai pengompreng.

"Jadi takut sih pasti abis ini kita kena ancaman dari pemerintah. Bismillah aja" tutur Sofyan. | Labibah

back to top