Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Heboh taksi uber, nasib mobil ompreng jadi tanda tanya

Heboh taksi uber, nasib mobil ompreng jadi tanda tanya
Surabaya - KoPi | Heboh adanya taksi uber di Jakarta menuai banyak kontroversi. Taksi yang menggunakan jenis kendaraan mobil biasa ini menyalahi aturan. Plat nomor yang tercantum tidak berwarna kuning seperti jenis transportasi umum lainnya.

Pengguna taksi uber itu sendiri merupakan member yang telah mendownload aplikasi tersebut. Dan pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu kredit . Pembayaran sesuai dengan jarak yang pengguna tempuh. Ancaman pemerintah mengenai taksi uber yang dinilai menyalahi aturan ini menuai banyak protes.

Faktanya, taksi tersebut membantu penurunan pengangguran di jakarta. Juga banyak pengguna yang lebih nyaman dalam menggunakan taksi jenis tersebut karena tanpa menggunakan uang cash.

Dibalik kecaman pemerintah terhadap taksi uber. Pemerintah  lupa bahwa ada segelintir angkutan yang tidak berplat kuning juga mengangkut penumpang. Mobil ompreng yang biasa mengangkut para penumpang dari sekitaran polda-semanggi dengan tujuan bermacam seperti Bekasi.

Menurut Sofyan selaku supir ompreng  telah menjadi mengompreng sejak 2013 silam setelah pensiun. “ketimbang nganggur, mobil juga nganggur, mending cari penghasilan gini, lumayan” ujarnya saat dihubungi KoPi.

Sofyan mengaku menjadi supir ompreng tidak mudah. Bahkan harus memodifikasi mobilnya agar muat diduduki banyak orang. Ia juga harus bayar sejumlah uang kepada paguyuban omprengan agar mendapat jatah penumpang. Sampai saat ini, belum ada kecaman apapun dari pemerintah dari pekerjaannya sebagai pengompreng.

"Jadi takut sih pasti abis ini kita kena ancaman dari pemerintah. Bismillah aja" tutur Sofyan. | Labibah

back to top