Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Harga BBM Naik Turun, Tarif Angkot Tak Menentu

Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang
SURABAYA – KoPi | Sejak pemerintahan Jokowi-JK diresmikan 20 Oktober 2014 lalu, tarif premium bersubsidi mengalami perubahan sebanyak empat kali. Per 1 Maret 2015 pukul 00.00, harga premium kembali naik dari Rp.6.700,- menjadi Rp.6.900,-. Harga kebutuhan pokok menjadi naik, tak terkecuali tarif angkutan umum.

Di Surabaya, tarif angkutan umum berkisar antara empat ribu hingga lima ribu rupiah dalam jarak normal. Sedangkan, untuk jarak jauh, tarifnya lebih mahal daripada itu. Hal inipun diakui sendiri oleh salah satu sopir angkutan umum T2 jurusan Joyoboyo-Mulyosari-Kenjeran, Nur Hasan.

“Iya, mbak. Sebelumnya, memang agak bingung ini. Kalau penumpang ngasih Rp.4.000,-, saya tidak meminta tambahan. Tapi, setelah ada kenaikan yang baru ini, tarif angkot jarak dekat dan menengah jadi Rp.5.000,-,” kata Nur Hasan.

Mirisnya, Nur yang bertempat tinggal di Sutorejo ini, bahkan mengakui bahwa penumpangnya cukup berkurang. “Jam segini (sekitar jam sembilan pagi) itu penumpang lagi banyak-banyaknya. Sekarang sepi. Dapat dua sampai lima penumpang itu udah bagus,” tutur Nur yang ditarget setoran sebesar Rp.50.000,- setiap ‘menarik’ angkot.

Pria berusia 41 tahun ini juga menambahkan bahwa uang hasil tarikan angkotnya, juga digunakan untuk membeli bahan bakar premium yang kembali naik ini. “Biasanya saya belikan dua sampai tiga liter. Sesudah itu, saya setor ke juragan. Sisanya, saya ambil sebagai keuntungan,” katanya.| Defrina S.S.

back to top