Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

"Halo dokter, mengapa berlaku demikian?"

dr. Erry Dewanto (tengah mengenakan baju koko putih motif hitam) dr. Erry Dewanto (tengah mengenakan baju koko putih motif hitam)

Surabaya-KoPi| Dokter biasanya dipandang eksklusif dengan 'jarak' cukup jauh dari masyarakat dan khususnya para pasien. Selain karena keahliannya yang dipandang 'linuwih' (lebih), biasanya kehidupan para dokter cukup eksklusif. Akan tetapi tidak semua dokter demikian walaupun mungkin jumlahnya tidak banyak. Termasuk yang tidak banyak tersebut adalah dr. Erry Dewanto, Sp.M. yang merupakan pakar bedah katarak di Kota Surabaya.

Peraih gelar profesi dokter dari Universitas Airlangga, dan spesialis dari Universitas Indonesia ini memilih jalan berbeda. Posisi sebagai seorang dokter spesialis mata, bedah katarak, yang ramai dikunjungi pasien, tidak menyebabkannya menjadi eksklusif. Sebaliknya, dokter Erry sering melakukan kegiatan kemanusiaan terutama pelayanan kesehatan mata.

Beberapa waktu lalu (3/12/15) ia bersama Klinik Mojoagung, Pemerintah Kabupaten Jombang, dan Ikatan Penyandang Cacat melaksanakan peringatan Hari Disabilitas Internasional dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis untuk penyandang cacat.

Dokter Erry memobilisasi para staffnya di Klinik Mojoagung memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal. Ada celetuk pasien yang heran dengan prinsip dokter Erry.

"Halo dokter, mengapa berlaku demikian?" 

Menanggapi celetuk tersebut, kepada KoPi dokter Erry tidak banyak berkomentar. Ia hanya menyatakan bahwa dirinya yang memiliki kepakaran bedah katarak tidak harus bersikap acuh dan sibuk dengan kehidupan sendiri.

"Saya hanya ingin setiap orang di Indonesia ini memiliki mata yang sehat. Itu yang bisa saya lakukan," jawab dokter penggemar olahraga alam itu tersenyum.

Masyarakat sendiri sangat mengagumi dan menghormati dokter Erry. Salah satu pasien usai perawatan di Kayon Health Center, klinik milik dokter Erry di Surabaya, menyatakan bahwa cara pendekatan dalam perawatan kesehatan mata dokter Erry memberinya hal berbeda.

"Dulu saya takut periksa mata setelah datang ke seorang dokter mata, saya merasa tidak nyaman. Namun setelah bertemu dokter Erry saya merasa lebih nyaman dan menjalani perawatan dengan tenang."

Jika saja para dokter mata juga bersikap dan berprinsip sama seperti dokter Erry maka masyarakat Indonesia akan lebih memiliki mata yang sehat. |Labibah l|

back to top