Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

"Halo dokter, mengapa berlaku demikian?"

dr. Erry Dewanto (tengah mengenakan baju koko putih motif hitam) dr. Erry Dewanto (tengah mengenakan baju koko putih motif hitam)

Surabaya-KoPi| Dokter biasanya dipandang eksklusif dengan 'jarak' cukup jauh dari masyarakat dan khususnya para pasien. Selain karena keahliannya yang dipandang 'linuwih' (lebih), biasanya kehidupan para dokter cukup eksklusif. Akan tetapi tidak semua dokter demikian walaupun mungkin jumlahnya tidak banyak. Termasuk yang tidak banyak tersebut adalah dr. Erry Dewanto, Sp.M. yang merupakan pakar bedah katarak di Kota Surabaya.

Peraih gelar profesi dokter dari Universitas Airlangga, dan spesialis dari Universitas Indonesia ini memilih jalan berbeda. Posisi sebagai seorang dokter spesialis mata, bedah katarak, yang ramai dikunjungi pasien, tidak menyebabkannya menjadi eksklusif. Sebaliknya, dokter Erry sering melakukan kegiatan kemanusiaan terutama pelayanan kesehatan mata.

Beberapa waktu lalu (3/12/15) ia bersama Klinik Mojoagung, Pemerintah Kabupaten Jombang, dan Ikatan Penyandang Cacat melaksanakan peringatan Hari Disabilitas Internasional dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis untuk penyandang cacat.

Dokter Erry memobilisasi para staffnya di Klinik Mojoagung memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal. Ada celetuk pasien yang heran dengan prinsip dokter Erry.

"Halo dokter, mengapa berlaku demikian?" 

Menanggapi celetuk tersebut, kepada KoPi dokter Erry tidak banyak berkomentar. Ia hanya menyatakan bahwa dirinya yang memiliki kepakaran bedah katarak tidak harus bersikap acuh dan sibuk dengan kehidupan sendiri.

"Saya hanya ingin setiap orang di Indonesia ini memiliki mata yang sehat. Itu yang bisa saya lakukan," jawab dokter penggemar olahraga alam itu tersenyum.

Masyarakat sendiri sangat mengagumi dan menghormati dokter Erry. Salah satu pasien usai perawatan di Kayon Health Center, klinik milik dokter Erry di Surabaya, menyatakan bahwa cara pendekatan dalam perawatan kesehatan mata dokter Erry memberinya hal berbeda.

"Dulu saya takut periksa mata setelah datang ke seorang dokter mata, saya merasa tidak nyaman. Namun setelah bertemu dokter Erry saya merasa lebih nyaman dan menjalani perawatan dengan tenang."

Jika saja para dokter mata juga bersikap dan berprinsip sama seperti dokter Erry maka masyarakat Indonesia akan lebih memiliki mata yang sehat. |Labibah l|

back to top