Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Hal yang selalu terlupa saat mudik lebaran

Hal yang selalu terlupa saat mudik lebaran
Jakarta - KoPi| Mudik ke kampung halaman merupakan budaya khas masyarakat Indonesia yang dilakukan saat Idul Fitri. Masyarakat yang bermigrasi dari kampung ke kota besar menjadikan lebaran sebagai momen untuk bercengkrama dengan halaman kelahiran.
 

Kondisi ini menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik yang merupakan jalur untuk menuju tujuan. Seperti halnya di sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek. Pemudik yang menggunakan jalur utara maupun selatan pastinya memilih alternatif jalan tersebut. Sehingga kepadatan di jalan kerap sulit ditampung.

Satu hari setelah lebaran pemudik masih memanfaatkan waktu untuk mudik ke kampung halaman. Terlihat di sepanjang tol dari Bekasi sampai Karawang kepadatan sangat merambat.

Namun, sayangnya, budaya mudik ini membuat mereka lupa mengenai titahnya sebagai manusia. Tugas yang dititipkan untuk menjaga dan melestarikan alam, justru malah dilupakan dengan alasan kebutuhan.

Seperti salah satu contoh di tol KM 38 Cikampek. Rest area ataupun tempat peristirahatan yang disediakan pihak tol terlihat seperti lautan sampah. Tisu, plastik, botol minuman dan sampah lainnya bertebaran di segala ruas jalan.

“Ya habis tempat sampahnya jauh. Dan lagian yang lain juga buang sampah di tengah jalan seenaknya. Jadi saya ikut-ikutan buang aja,” ujar salah satu penabur sampah di jalanan.

Pihak rest area sendiri telah menyiapkan beberapa tempat sampah. Namun dirasa sangat kurang untuk menampung pertambahan pengunjung di rest area yang berkali lipat dari biasanya. Bahkan tempat sampah yang ada terlihat sudah tidak cukup sehingga menimbulkan tumpukan di sekelilingnya.

Bahkan sejumlah mobil terlihat sengaja membuang sampah yang berasal dari mobilnya di tengah jalan. “Udah wajar banget kalo lebaran rest area ini jadi lautan sampah. Meskipun tempat sampah disediakan, tapi memang kebudayaan Indonesia saja yang kurang peka terhadap lingkungan. Apalagi memang tempat ini sangat padat pengunjung,” ujar Asep selaku petugas rest area.

Meskipun mudik merupakan hal yang dianjurkan dalam agama. Sebagaimana bersilaturahim dan memohon maaf kepada sesama saudara. Namun fitrah manusia tidak lekas harus lupa. Sebab, lingkungan harus tetap kita jaga dalam keadaan seperti apapun. | Labibah

back to top