Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Ganjar Pranowo Tinjau Huntrap UGM untuk Korban Gempa Lombok

Ganjar Pranowo Tinjau Huntrap UGM untuk Korban Gempa Lombok

Lombok-KoPi| Ketua Umum Kagama sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meninjau lokasi hunian sementara menutu tetap (huntrap) yang tengah dibangun oleh sembilan mahasiswa Fakultas Teknik yang tergabung dalam program KKN Peduli Bencana UGM di dusun Karang Pangsor,Desa Bangsal, Pemenang, Lombok Barat, Senin (4/.9).

Ganjar bersama tim Kagama melihat rumah hunian sementara yang dibangun dari hasil bantuan Kementerian Perhubungan ini. Sebanyak 50 buah rumah yang di bangun di dua dusun, Karang Pansor dan Karang Petak di desa ini.

Selain meninjau huntrap tersebut, ganjar juga sempat berdialog dengan warga sehubungan dengan keberadaan hunian tersebut. Ganjar melewati gang-gang kecil rumah warga yang jalannya masih tertutup bekas reruntuhan. Ganjar menyaksiakan rumah warga yang hampir rata dengan tanah.

Ganjar mengapresiasi kerja mahasiwa KKN Peduli bencana yang ikut membantu membangun rumah hunian sementara bagi warga yang menjadikorban gempa bumi di Lombok. Kendati begiotu, ia meminta agar mahasiwa bersama dengan warga untuk bergotong royong dalam membangun rumah hunian tersebut.

“Kita harus gotong royong,kerja bareng bareng agar kita membuktikan yang utama bahwa Lombok bisa segera bangkit,’kata Ganjar.

Ganjar sempat menanyakan ke warga, tentang kondisi rumah mereka. Apalkah amereka juga mendapat bantuan untuk dibangun rumah yang dibangun oleh UGM. Namun warga yang ditanya mengatakan ia tidak mendapat bantuan tersebut.Dengan tegas Ganjar menjawab,”minta dong,” katanya.

Ganjar pun menanyakan kepada DPL Ashar Saputra, ST., MT., Ph.D., dosen Fakultas Teknik sehubungan mengapa belum semua warga dusun mendapat bantuan rumah huntrap tersebut.

Ashar menjelaskan bahwa bantuan tersebut hanya diperuntukan untuk 50 buah rumah yang dipilih berdasarkan rekomendasi dari kepala dusun. Mendengar jawaban tersebut, Ganjar mengatakan ia akan berdikusi dengan Menteri PUPR tentang konsep rumah yang dibangun ini bisa menjadi program pemerintah.

Kepada Ganjar, Ashar menjelaskan bahwa rumah huntrap ini konsepnya mengganti rumah yang lama dengan membangun huntrap di lokasi yang lama. “Yang kita bangun berupa kerangka dan atap sementara dinding nanti dibangun bersama-sama oleh warga,” katanya

Ashar menambahkan untuk satuunit rumah hanya menghabiskan dana sebesar Rp 13,5 juta dimana nantinya material bangunan masih bisa digunakan untuk bahan bangunan hunian tetap akan dibangun oleh warga kelak.

Setelah mendapat penjelasn dari Ashar yang menjadi dosen pembimbing lapangan untuk KKN mahasiswa peduli bencana ini, Ganjar menyemangati salah seorang warga yang bernama Lalu Fikri. Kepada Fikri, Ganjar berharap ia dan warga lainnya tidak berhenti untuk berdoa agar bencana segera berlalu dan masyarakat bisa segera bangkit.

“Selalu selalu berdoa agar gempa segera reda dan semua lekas pulih, dan sisanya bisa diatasi oleh bapak Presiden,”kata Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar pranowo beserta rombongan anggota Kagama care lainnya memilih bermalam di posko KKN UGM Peduli Bencana di Desa Gumantar, Kayangan, Lombok Utara, Minggu malam (2/9).

Esok paginya,Ganjar sempat menengok kegiatan mahasiswa mengajar ratusan siswa dari dua sekolah dasar di tenda yang disulap menjadi sekolah darurat. “kita menggunakan tenda semi permanen untuk mengajarkan para siswa,kita bagi dua sesi,pagi dan siang,”kata mahasiswa dari prodi Hubungan Internasional Fisipol UGM Adam Chaesar.

Chaesar menuturkan,para guru belum semuanya kembali aktif ke sekolah untuk mengajar. Selain kondisi bangunan sekolah yang rusak, beberapa guru ada yang sudah aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat bencana tersebut.

“Yang kita ajarkan yang sifatnya bisa menyenangkan karena beberapa siswa masih ada yang dalam kondisi trauma,”katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top