Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Eagle flies alone, pemegang konsep dan prinsip kuat akan terbang sendirian

Eagle flies alone, pemegang konsep dan prinsip kuat akan terbang sendirian
Surabaya - KoPi |Menjadi seorang mahasiswa adalah bentuk pencapaian tertinggi dalam kategori pendidikan formal. Sikap kritis yang dilakukan mahasiswa adalah bentuk bagaiamana negara ini dipandang. Namun, masih banyak tanda tanya besar bagi kekritisan mahasiswa jaman sekarang.

Novri Susan, pakar Sosiologi Universitas Airlangga, mengemas sikap kritis mahasiswa Fisip dalam acara United Fisip Orientation (UFO) FISIP Universitas Airlangga pada sabtu (22/8) di Aula Soetandyo. Menurut Novri, menjadi seorang mahasiswa harus dinaungi dengan dua prinsip dalam dirinya. Yang pertama adalah berfikir dan yang kedua adalah kritis.

Di depan ratusan mahasiswa baru FISIP Novri menuturkan kisah perjalanan hidupnya yang berliku tajam. Pencapaiannya hingga saat ini dilewati dengan kegigihan prinsip yang digenggam. “Eagle Flies Alone! Rajawali itu terbang sendirian. Karena dia punya konsep dan prinsip yang kuat dalam hidupnya,” begitu tutur Novri disertatai tepuk tangan para audiens.

Novri membeberkan 4 level menjadi mahasiswa kritis dalam seminar berjudul  “Perspektif Mahasiswa FISIP”. Level pertama kritis adalah kritis pada diri sendiri. Kedua, kritis pada proses belajar yang sedang diselami. Ketiga kritis sebagai seorang pemikir.

Dan keempat, kritis atas segala value ataupun moral. Dalam kritis ini akan menciptakan keinginan untuk bermanfaat bagi negara. Hasilnya akan tercipta common good atau kebaikan bersama. Pencapaian kritis pada tahap ini butuh proses yang sangat susah. Sehingga hasil pencapaiannya akan sangat berharga.

Namun, Novri menilai saat ini mahasiswa Fisip masih jauh dalam kategori kritis. Mayoritas mahasiswa di dalam kampus FISIP melupakan kodratnya sebagai seorang mahasiswa yang kritis. Hal ini disebabkan oleh dua hal yang mendasar.

“Pertama, sistem dari Universitas yang mengemas mahasiswa dengan program  mendapat nilai tinggi dan segera lulus. Orientasi yang dikhususkan sudah persoalan mencari kerja. Bukan lagi pendidikan,” tutur dosen yang mendapat gelar PhD dari negeri sakura tersebut.

Hal kedua bagi Novri adalah sistem perkuliahan yang dipandang masyarakat sebagai budaya pop culture. Artinya, Universitas dipandang  masyarakat sebagai tempat untuk mengeksiskan dirinya.

“Sistem pendidikan dipandang sebagai tempat untuk bergaya bagi masyarakat. Hal ini yang memutuskan pola kritis bagi mahasiswa,” ujarnya kepada KoPi.

Novri menutup acara dengan petikan kata yang indah. “Bercita-cita dimanapun itu bebas, namun disetiap pilihan Anda harus bisa menjadi kritis atau bermanfaat untuk semua orang,” tutupnya. |Labibah|

back to top