Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Eagle flies alone, pemegang konsep dan prinsip kuat akan terbang sendirian

Eagle flies alone, pemegang konsep dan prinsip kuat akan terbang sendirian
Surabaya - KoPi |Menjadi seorang mahasiswa adalah bentuk pencapaian tertinggi dalam kategori pendidikan formal. Sikap kritis yang dilakukan mahasiswa adalah bentuk bagaiamana negara ini dipandang. Namun, masih banyak tanda tanya besar bagi kekritisan mahasiswa jaman sekarang.

Novri Susan, pakar Sosiologi Universitas Airlangga, mengemas sikap kritis mahasiswa Fisip dalam acara United Fisip Orientation (UFO) FISIP Universitas Airlangga pada sabtu (22/8) di Aula Soetandyo. Menurut Novri, menjadi seorang mahasiswa harus dinaungi dengan dua prinsip dalam dirinya. Yang pertama adalah berfikir dan yang kedua adalah kritis.

Di depan ratusan mahasiswa baru FISIP Novri menuturkan kisah perjalanan hidupnya yang berliku tajam. Pencapaiannya hingga saat ini dilewati dengan kegigihan prinsip yang digenggam. “Eagle Flies Alone! Rajawali itu terbang sendirian. Karena dia punya konsep dan prinsip yang kuat dalam hidupnya,” begitu tutur Novri disertatai tepuk tangan para audiens.

Novri membeberkan 4 level menjadi mahasiswa kritis dalam seminar berjudul  “Perspektif Mahasiswa FISIP”. Level pertama kritis adalah kritis pada diri sendiri. Kedua, kritis pada proses belajar yang sedang diselami. Ketiga kritis sebagai seorang pemikir.

Dan keempat, kritis atas segala value ataupun moral. Dalam kritis ini akan menciptakan keinginan untuk bermanfaat bagi negara. Hasilnya akan tercipta common good atau kebaikan bersama. Pencapaian kritis pada tahap ini butuh proses yang sangat susah. Sehingga hasil pencapaiannya akan sangat berharga.

Namun, Novri menilai saat ini mahasiswa Fisip masih jauh dalam kategori kritis. Mayoritas mahasiswa di dalam kampus FISIP melupakan kodratnya sebagai seorang mahasiswa yang kritis. Hal ini disebabkan oleh dua hal yang mendasar.

“Pertama, sistem dari Universitas yang mengemas mahasiswa dengan program  mendapat nilai tinggi dan segera lulus. Orientasi yang dikhususkan sudah persoalan mencari kerja. Bukan lagi pendidikan,” tutur dosen yang mendapat gelar PhD dari negeri sakura tersebut.

Hal kedua bagi Novri adalah sistem perkuliahan yang dipandang masyarakat sebagai budaya pop culture. Artinya, Universitas dipandang  masyarakat sebagai tempat untuk mengeksiskan dirinya.

“Sistem pendidikan dipandang sebagai tempat untuk bergaya bagi masyarakat. Hal ini yang memutuskan pola kritis bagi mahasiswa,” ujarnya kepada KoPi.

Novri menutup acara dengan petikan kata yang indah. “Bercita-cita dimanapun itu bebas, namun disetiap pilihan Anda harus bisa menjadi kritis atau bermanfaat untuk semua orang,” tutupnya. |Labibah|

back to top