Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Disnakertransduk waspada Jatim diserbu tenaga kerja asing ilegal

Disnakertransduk waspada Jatim diserbu tenaga kerja asing ilegal
Surabaya-KoPi| Kemudahan ijin bagi tenaga kerja asing di Indonesia dikhawatirkan kerap disalahgunakan. Akibatnya, banyak tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia secara ilegal. Keberadaan tenaga kerja ilegal tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan kriminal baru.
 

Oleh karena itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan tehadap pekerja-pekerja asing ilegal. Mereka diduga tetap bekerja dan berada di sejumlah perusahaan di Jatim.

"Kami tidak ingin ada tenaga asing ilegal yang lolos dan bekerja di sini. Karena itu, harus ada langkah antisipasi," ujar Kepala Disnakertransduk Jatim, Sukardo, di Surabaya, Rabu (16/3).

Menurut Sukardo, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini, Indonesia banyak diserbu tenaga kerja asing karena persyaratan yang dipermudah. Ia khawatir banyak tenaga kerja asing masuk tanpa melalui persyaratan berlaku.

Dia menjelaskan, pihaknya mengambil langkah melalui inspeksi mendadak dengan tim gabungan yang terdiri dari Disnakertransduk, Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, serta Polda Jatim. Ini merupakan salah satu bentuk antisipasi dalam pengawasan tenaga asing yang bekerja di perusahaan di Jatim.

"Beberapa hari lalu kami turun ke lapangan dan menginspeksi dua perusahaan di Gresik. Kami akan ke perusahaan-perusahaan lain melakukan hal yang sama," katanya.

Pada kesempatan tersebut, tim gabungan tak menemukan tenaga kerja ilegal, namun tetap memeriksa kelengkapan dokumen perizinan tinggal seperti paspor, visa, izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA), kartu izin tinggal sementara (KITAS) atau kartu izin tinggal menetap (KITAP).

"Dari hasil inspeksi belum ditemukan pelanggaran. Tapi dalam beberapa waktu ke depan, tim tetap mengawasi dan setiap saat menginspeksi perusahaan yang diduga mempekerjakan tenaga asing tak sesuai aturan," katanya.

back to top