Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Disnakertransduk waspada Jatim diserbu tenaga kerja asing ilegal

Disnakertransduk waspada Jatim diserbu tenaga kerja asing ilegal
Surabaya-KoPi| Kemudahan ijin bagi tenaga kerja asing di Indonesia dikhawatirkan kerap disalahgunakan. Akibatnya, banyak tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia secara ilegal. Keberadaan tenaga kerja ilegal tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan kriminal baru.
 

Oleh karena itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan tehadap pekerja-pekerja asing ilegal. Mereka diduga tetap bekerja dan berada di sejumlah perusahaan di Jatim.

"Kami tidak ingin ada tenaga asing ilegal yang lolos dan bekerja di sini. Karena itu, harus ada langkah antisipasi," ujar Kepala Disnakertransduk Jatim, Sukardo, di Surabaya, Rabu (16/3).

Menurut Sukardo, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini, Indonesia banyak diserbu tenaga kerja asing karena persyaratan yang dipermudah. Ia khawatir banyak tenaga kerja asing masuk tanpa melalui persyaratan berlaku.

Dia menjelaskan, pihaknya mengambil langkah melalui inspeksi mendadak dengan tim gabungan yang terdiri dari Disnakertransduk, Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, serta Polda Jatim. Ini merupakan salah satu bentuk antisipasi dalam pengawasan tenaga asing yang bekerja di perusahaan di Jatim.

"Beberapa hari lalu kami turun ke lapangan dan menginspeksi dua perusahaan di Gresik. Kami akan ke perusahaan-perusahaan lain melakukan hal yang sama," katanya.

Pada kesempatan tersebut, tim gabungan tak menemukan tenaga kerja ilegal, namun tetap memeriksa kelengkapan dokumen perizinan tinggal seperti paspor, visa, izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA), kartu izin tinggal sementara (KITAS) atau kartu izin tinggal menetap (KITAP).

"Dari hasil inspeksi belum ditemukan pelanggaran. Tapi dalam beberapa waktu ke depan, tim tetap mengawasi dan setiap saat menginspeksi perusahaan yang diduga mempekerjakan tenaga asing tak sesuai aturan," katanya.

back to top