Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Disnakertransduk waspada Jatim diserbu tenaga kerja asing ilegal

Disnakertransduk waspada Jatim diserbu tenaga kerja asing ilegal
Surabaya-KoPi| Kemudahan ijin bagi tenaga kerja asing di Indonesia dikhawatirkan kerap disalahgunakan. Akibatnya, banyak tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia secara ilegal. Keberadaan tenaga kerja ilegal tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan kriminal baru.
 

Oleh karena itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan tehadap pekerja-pekerja asing ilegal. Mereka diduga tetap bekerja dan berada di sejumlah perusahaan di Jatim.

"Kami tidak ingin ada tenaga asing ilegal yang lolos dan bekerja di sini. Karena itu, harus ada langkah antisipasi," ujar Kepala Disnakertransduk Jatim, Sukardo, di Surabaya, Rabu (16/3).

Menurut Sukardo, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini, Indonesia banyak diserbu tenaga kerja asing karena persyaratan yang dipermudah. Ia khawatir banyak tenaga kerja asing masuk tanpa melalui persyaratan berlaku.

Dia menjelaskan, pihaknya mengambil langkah melalui inspeksi mendadak dengan tim gabungan yang terdiri dari Disnakertransduk, Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, serta Polda Jatim. Ini merupakan salah satu bentuk antisipasi dalam pengawasan tenaga asing yang bekerja di perusahaan di Jatim.

"Beberapa hari lalu kami turun ke lapangan dan menginspeksi dua perusahaan di Gresik. Kami akan ke perusahaan-perusahaan lain melakukan hal yang sama," katanya.

Pada kesempatan tersebut, tim gabungan tak menemukan tenaga kerja ilegal, namun tetap memeriksa kelengkapan dokumen perizinan tinggal seperti paspor, visa, izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA), kartu izin tinggal sementara (KITAS) atau kartu izin tinggal menetap (KITAP).

"Dari hasil inspeksi belum ditemukan pelanggaran. Tapi dalam beberapa waktu ke depan, tim tetap mengawasi dan setiap saat menginspeksi perusahaan yang diduga mempekerjakan tenaga asing tak sesuai aturan," katanya.

back to top