Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Disnakersostrans Kab Magelang Entaskan 150 Pekerja Bocah

Disnakersostrans Kab Magelang Entaskan 150 Pekerja Bocah

Kota Mungkid-KoPi| Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kabupaten Magelang membuat program ‘Pengurangan Pekerja Anak’ untuk mendukung ‘Progam Keluarga Harapan (PPA-PKH) seKabupaten Magelang, 10 Juni- 7 Juli 2015.

Dalam acara itu berkumpul 150 orang pekerja anak se-Kabupaten Magelang. Tempat kegiatan dipusatkan di Badan Pelaksana Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan Srowol.

Para 'Pekerja Bocah' tersebut selama 28 hari berada dalam penampungan bersama tenaga pendamping. Setiap sepuluh anak dalam pengawasan satu relawan yang telah diseleksi dengan ketat sebagai tenaga pendampiing.
Menurut Erwan Nugroho, ST, penanggung jawab shelter, progam berjalan lancar dengan segala kekurangan dan kelebihan.

"Kegiatan sudah dilaksanakan dengan baik. Ke depan harapannya adalah pasca shelter bisa memasukkan anak-anak tersebut kembali sekolah." Katanya.

Erwan juga menjelaskan tenaga pendamping mempunyai waktu sekitar 2 bulan untuk mengawasi anak didik mereka tersebut agar fokus di sekolah, tidak tergoda lagi untuk bekerja.

"Tolak ukur keberhasilan progam ini sebenarnya adalah berhasilnya para pekerja anak itu untuk menyelesaikan pendidikannya. Setelah mereka keluar dari shelter bola kembali ke Pemerintah Kabupaten Magelang agar dapat mengawal progam agar berhasil." jelas Ewin.

Senada dengan Erwin, Kepala Disnakersostrans Kabupaten Magelang Endot Sudiyanto, S.Sos mengatakan dalam pengarahan di malam pentas seni KKA-PKH, Ahad (5/7) bahwa pemerintah berharap anak anak setelah keluar dari progam PPA-PKH dapat melanjutkan sekolah kembali baik sekolah formal maupun sekolah non formal seperti paket A, Paket B, ataupun paket C.

Progam PPA-PKH dibiayai melalui APBN senilai 700 juta rupiah dan APBD Kabupaten Magelang untuk progam tahun ini ikut menyumbangkan dana senilai 100 juta rupiah. Disnakersostrans Kabupaten Magelang sudah melakukan kegiatan PPA-KPH untuk yang ketiga kalinya.

Progam PPA-PKH yang ditutup secara resmi pada tanggal 7 Juli 2015 ini diharapkan dapat berperan serta dalam mengentaskan pekerja anak, seperti tertuang dalam UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 75 ayat 1: Pemerintah berkewajiban melakukan upaya penanggulangan anak yang bekerja diluar hubungan kerja dan 2 : Upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud pada ayat tersebut diatur dengan peraturan pemerintah.

back to top