Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Digaji Rp 30.000,00 perbulan, pengajar PAUD eks lokalisasi ini malah bangga

Digaji  Rp 30.000,00 perbulan, pengajar PAUD eks lokalisasi ini malah bangga
Surabaya-KoPi| Membangun generasi, mengabdi untuk negeri. Mungkin itu sebuah slogan dalam hati para perkumpulan wanita di Jawa Timur ini. Acara Workshop Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2015 di Hotel Satelit Surabaya diikuti puluhan pengajar PAUD dari ragam daerah di Jawa Timur.

Bentuk kerjasama antara Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Timur dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur ini digelar selama 3 hari ini merupakan upaya dalam peningkatan kualitas dari para pendidik di mana kualitas sumber daya menjadi fokus utama permasalahan pendidikan di Indonesia. Dalam workshop tersebut, terdapat keberagaman pengajar PAUD.

Seperti dari PAUD YTP Harapan Bangsa. PAUD yang dikelola oleh masyarakat sekitar lokalisasi Bangunsari Dupak, Surabaya ini hadir dalam tujuan peningkatan kualitas pengajarnya.  Pianah, selaku pendidik mengaku keadaan PAUD di lingkungannya sangat jauh dari sempurna. Tempat dunia gemerlap malam membuat Painah dan pengajar lainnya berjuang mendidik anak agar menjadi generasi yang baik.

“Memang fasilitas yang ada di PAUD kami sangatlah minim dan bahkan mengenaskan, tapi bukan berarti kualitas mendidik kami hanya sekedarnya. Justru kami mengeluarkan seluruh tenaga, pikiran dan hati untuk mendidik anak-anak di lokasi lokalisasi tersebut,” tutur Painah.

Painah mengaku bahwa lokalisasi di tempatnya memang telah ditutup. Namun, masih banyak terdapat tempat karoke dan lain sebagainya yang membentuk lokasi tersebut tidak bisa hilang dalam ingatan.

“Tidak jarang kita temukan anak yang masih berkeliaran tengah malam menunggu ibunya pulang atau bermain di jalanan, sehingga besoknya mereka tidak sekolah dengan banyak alasan,” lanjut Painah.

Meskipun hanya digaji sebesar Rp 30.000,00 setiap bulan tidak menyurutkan langkah Painah dan kawan pendidik lainnya dalam memberikan ilmu bagi anak-anak PAUD.

“Mereka ini masa depan bangsa, bukan berarti karena di tempat lokalisasi mereka tidak memiliki masa depan. Tugas saya dan teman lainnya membantu mereka dalam hal pendidikan formal. Saya tidak berfikir materi yang saya dapatkan, saya ikhlas sebab Tuhan pasti menggantinya dengan yang lebih besar,” jelas Painah dengan suara parau.

Tidak hanya di tempat lokalisasi Dupak, PAUD di Dolly merupakan salah satu peserta  acara tersebut.  Khoiriah selaku pendiri PAUD di  Dolly mengaku sangat bangga menjadi seorang pengajar PAUD meski materi yang diterima jauh dari kata cukup.

“Saya melihat anak adalah tempat bagaimana bangsa ini ke depannya, namun jika tidak ada yang ngeramut (merawat) maka akan jadi sia-sia belaka. Saya ingin anak bisa membaca, bermain dan belajar,” ujar Khoiriah.

PAUD  yang diimingi sebagai tempat awal penentu masa depan bangsa kerap dilupakan oleh sekitar. Dalam segi fasilitas, sumber daya dan juga kebutuhan lainnya. |Labibah|

back to top