Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Digaji Rp 30.000,00 perbulan, pengajar PAUD eks lokalisasi ini malah bangga

Digaji  Rp 30.000,00 perbulan, pengajar PAUD eks lokalisasi ini malah bangga
Surabaya-KoPi| Membangun generasi, mengabdi untuk negeri. Mungkin itu sebuah slogan dalam hati para perkumpulan wanita di Jawa Timur ini. Acara Workshop Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2015 di Hotel Satelit Surabaya diikuti puluhan pengajar PAUD dari ragam daerah di Jawa Timur.

Bentuk kerjasama antara Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Timur dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur ini digelar selama 3 hari ini merupakan upaya dalam peningkatan kualitas dari para pendidik di mana kualitas sumber daya menjadi fokus utama permasalahan pendidikan di Indonesia. Dalam workshop tersebut, terdapat keberagaman pengajar PAUD.

Seperti dari PAUD YTP Harapan Bangsa. PAUD yang dikelola oleh masyarakat sekitar lokalisasi Bangunsari Dupak, Surabaya ini hadir dalam tujuan peningkatan kualitas pengajarnya.  Pianah, selaku pendidik mengaku keadaan PAUD di lingkungannya sangat jauh dari sempurna. Tempat dunia gemerlap malam membuat Painah dan pengajar lainnya berjuang mendidik anak agar menjadi generasi yang baik.

“Memang fasilitas yang ada di PAUD kami sangatlah minim dan bahkan mengenaskan, tapi bukan berarti kualitas mendidik kami hanya sekedarnya. Justru kami mengeluarkan seluruh tenaga, pikiran dan hati untuk mendidik anak-anak di lokasi lokalisasi tersebut,” tutur Painah.

Painah mengaku bahwa lokalisasi di tempatnya memang telah ditutup. Namun, masih banyak terdapat tempat karoke dan lain sebagainya yang membentuk lokasi tersebut tidak bisa hilang dalam ingatan.

“Tidak jarang kita temukan anak yang masih berkeliaran tengah malam menunggu ibunya pulang atau bermain di jalanan, sehingga besoknya mereka tidak sekolah dengan banyak alasan,” lanjut Painah.

Meskipun hanya digaji sebesar Rp 30.000,00 setiap bulan tidak menyurutkan langkah Painah dan kawan pendidik lainnya dalam memberikan ilmu bagi anak-anak PAUD.

“Mereka ini masa depan bangsa, bukan berarti karena di tempat lokalisasi mereka tidak memiliki masa depan. Tugas saya dan teman lainnya membantu mereka dalam hal pendidikan formal. Saya tidak berfikir materi yang saya dapatkan, saya ikhlas sebab Tuhan pasti menggantinya dengan yang lebih besar,” jelas Painah dengan suara parau.

Tidak hanya di tempat lokalisasi Dupak, PAUD di Dolly merupakan salah satu peserta  acara tersebut.  Khoiriah selaku pendiri PAUD di  Dolly mengaku sangat bangga menjadi seorang pengajar PAUD meski materi yang diterima jauh dari kata cukup.

“Saya melihat anak adalah tempat bagaimana bangsa ini ke depannya, namun jika tidak ada yang ngeramut (merawat) maka akan jadi sia-sia belaka. Saya ingin anak bisa membaca, bermain dan belajar,” ujar Khoiriah.

PAUD  yang diimingi sebagai tempat awal penentu masa depan bangsa kerap dilupakan oleh sekitar. Dalam segi fasilitas, sumber daya dan juga kebutuhan lainnya. |Labibah|

back to top