Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Komunitas motor gede (moge), selama ini dipandang negatif oleh masyarakat. Pandangan negatif itu berangkat dari anggapan bahwa mereka arogan, pamer kekayaan dan selalu dianggap ingin menang sendiri di jalan raya yang sempit. Benarkah demikian?

Jogjakarta-KoPi | Ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Para bikers dari Harley Davidson Club Indonesia Jogja, misalnya, ternyata biasa mengadakan kegiatan charity (amal) pada panti asuhan, panti jompo bahkan masyarakat personal yang tidak terjamah bantuan medis.

Menurut Sekretaris Panitia JBR 2015, Denizar Rahman mudah bagi para bikers mengeluarkan banyak dana untuk motornya melalui kegiatan charity dalam upaya untuk mengasah kepedulian mereka.

“Setiap perkumpulan itu charity, tapi yang membedakan charity kita gak pernah direncanakan. Salah satu bawa koran, misal bayi berkepala besar, ini susah untuk terjangkau, pertama jaraknya jauh di pelosok desa, kita datengin biasanya temen-temen bikers suka yang jauh. Kita keluar duit banyak buat motor mudah, masak buat sosial gini susah,” tutur Denizar.

Denizar menambahkan sekali keluar menyambangi para masyarakat berketerbelakangan mental, dana sosial bisa terkumpul hingga Rp 30-40 juta. Adanya respon yang baik dari masyarakat Denizar bersama komunitas HDCI Jogjakarta akan terus mengembangkan kegiatan charity tersebut.

Selain kegiatan charity, HDCI Jogja juga mengadakan event-event seperti event JBR 2015 dalam menyambut hari kemerdekaan RI ke 70. Kegiatan JBR 2015 berlangsung sejak Jumat, 14 Agustus hingga Senin, 17 Agustus 2015 di Jogja City Mall.

“Kita mengangkat event pariwisata, hari pertama pembagian doorprize diundi untuk umum, hari terakhir (Senin ini) dengan lomba mewarnai buat anak-anak, pastinya anak-anak datang membawa kedua orang tuanya, ini menjadi familiy days, event keluarga bukan hanya pengguna motor besar, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Denizar.

back to top