Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Komunitas motor gede (moge), selama ini dipandang negatif oleh masyarakat. Pandangan negatif itu berangkat dari anggapan bahwa mereka arogan, pamer kekayaan dan selalu dianggap ingin menang sendiri di jalan raya yang sempit. Benarkah demikian?

Jogjakarta-KoPi | Ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Para bikers dari Harley Davidson Club Indonesia Jogja, misalnya, ternyata biasa mengadakan kegiatan charity (amal) pada panti asuhan, panti jompo bahkan masyarakat personal yang tidak terjamah bantuan medis.

Menurut Sekretaris Panitia JBR 2015, Denizar Rahman mudah bagi para bikers mengeluarkan banyak dana untuk motornya melalui kegiatan charity dalam upaya untuk mengasah kepedulian mereka.

“Setiap perkumpulan itu charity, tapi yang membedakan charity kita gak pernah direncanakan. Salah satu bawa koran, misal bayi berkepala besar, ini susah untuk terjangkau, pertama jaraknya jauh di pelosok desa, kita datengin biasanya temen-temen bikers suka yang jauh. Kita keluar duit banyak buat motor mudah, masak buat sosial gini susah,” tutur Denizar.

Denizar menambahkan sekali keluar menyambangi para masyarakat berketerbelakangan mental, dana sosial bisa terkumpul hingga Rp 30-40 juta. Adanya respon yang baik dari masyarakat Denizar bersama komunitas HDCI Jogjakarta akan terus mengembangkan kegiatan charity tersebut.

Selain kegiatan charity, HDCI Jogja juga mengadakan event-event seperti event JBR 2015 dalam menyambut hari kemerdekaan RI ke 70. Kegiatan JBR 2015 berlangsung sejak Jumat, 14 Agustus hingga Senin, 17 Agustus 2015 di Jogja City Mall.

“Kita mengangkat event pariwisata, hari pertama pembagian doorprize diundi untuk umum, hari terakhir (Senin ini) dengan lomba mewarnai buat anak-anak, pastinya anak-anak datang membawa kedua orang tuanya, ini menjadi familiy days, event keluarga bukan hanya pengguna motor besar, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Denizar.

back to top