Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Komunitas motor gede (moge), selama ini dipandang negatif oleh masyarakat. Pandangan negatif itu berangkat dari anggapan bahwa mereka arogan, pamer kekayaan dan selalu dianggap ingin menang sendiri di jalan raya yang sempit. Benarkah demikian?

Jogjakarta-KoPi | Ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Para bikers dari Harley Davidson Club Indonesia Jogja, misalnya, ternyata biasa mengadakan kegiatan charity (amal) pada panti asuhan, panti jompo bahkan masyarakat personal yang tidak terjamah bantuan medis.

Menurut Sekretaris Panitia JBR 2015, Denizar Rahman mudah bagi para bikers mengeluarkan banyak dana untuk motornya melalui kegiatan charity dalam upaya untuk mengasah kepedulian mereka.

“Setiap perkumpulan itu charity, tapi yang membedakan charity kita gak pernah direncanakan. Salah satu bawa koran, misal bayi berkepala besar, ini susah untuk terjangkau, pertama jaraknya jauh di pelosok desa, kita datengin biasanya temen-temen bikers suka yang jauh. Kita keluar duit banyak buat motor mudah, masak buat sosial gini susah,” tutur Denizar.

Denizar menambahkan sekali keluar menyambangi para masyarakat berketerbelakangan mental, dana sosial bisa terkumpul hingga Rp 30-40 juta. Adanya respon yang baik dari masyarakat Denizar bersama komunitas HDCI Jogjakarta akan terus mengembangkan kegiatan charity tersebut.

Selain kegiatan charity, HDCI Jogja juga mengadakan event-event seperti event JBR 2015 dalam menyambut hari kemerdekaan RI ke 70. Kegiatan JBR 2015 berlangsung sejak Jumat, 14 Agustus hingga Senin, 17 Agustus 2015 di Jogja City Mall.

“Kita mengangkat event pariwisata, hari pertama pembagian doorprize diundi untuk umum, hari terakhir (Senin ini) dengan lomba mewarnai buat anak-anak, pastinya anak-anak datang membawa kedua orang tuanya, ini menjadi familiy days, event keluarga bukan hanya pengguna motor besar, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Denizar.

back to top