Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Komunitas motor gede (moge), selama ini dipandang negatif oleh masyarakat. Pandangan negatif itu berangkat dari anggapan bahwa mereka arogan, pamer kekayaan dan selalu dianggap ingin menang sendiri di jalan raya yang sempit. Benarkah demikian?

Jogjakarta-KoPi | Ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Para bikers dari Harley Davidson Club Indonesia Jogja, misalnya, ternyata biasa mengadakan kegiatan charity (amal) pada panti asuhan, panti jompo bahkan masyarakat personal yang tidak terjamah bantuan medis.

Menurut Sekretaris Panitia JBR 2015, Denizar Rahman mudah bagi para bikers mengeluarkan banyak dana untuk motornya melalui kegiatan charity dalam upaya untuk mengasah kepedulian mereka.

“Setiap perkumpulan itu charity, tapi yang membedakan charity kita gak pernah direncanakan. Salah satu bawa koran, misal bayi berkepala besar, ini susah untuk terjangkau, pertama jaraknya jauh di pelosok desa, kita datengin biasanya temen-temen bikers suka yang jauh. Kita keluar duit banyak buat motor mudah, masak buat sosial gini susah,” tutur Denizar.

Denizar menambahkan sekali keluar menyambangi para masyarakat berketerbelakangan mental, dana sosial bisa terkumpul hingga Rp 30-40 juta. Adanya respon yang baik dari masyarakat Denizar bersama komunitas HDCI Jogjakarta akan terus mengembangkan kegiatan charity tersebut.

Selain kegiatan charity, HDCI Jogja juga mengadakan event-event seperti event JBR 2015 dalam menyambut hari kemerdekaan RI ke 70. Kegiatan JBR 2015 berlangsung sejak Jumat, 14 Agustus hingga Senin, 17 Agustus 2015 di Jogja City Mall.

“Kita mengangkat event pariwisata, hari pertama pembagian doorprize diundi untuk umum, hari terakhir (Senin ini) dengan lomba mewarnai buat anak-anak, pastinya anak-anak datang membawa kedua orang tuanya, ini menjadi familiy days, event keluarga bukan hanya pengguna motor besar, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Denizar.

back to top