Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Buruh berhasil desak UMK jadi Rp 3 juta

Buruh berhasil desak UMK jadi Rp 3 juta
Surabaya - KoPi | Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan UMK tahun 2016 lebih besar daripada UMK tahun 2015. Menurut Kepala Bidang Hubungan Industri dan Tenaga Kerja Disnakertransduk Pemprov Jatim Totok Nurhandajanto UMP tahun ini akan mencapai angka Rp 3 juta.
 

"UMK tahun 2016 dipastikan naik sebesar Rp 311.650, menjadi Rp 3.021.650. Ini setelah dihitung dengan formula yang terdapat dalam PP Pengupahan," jelas Totok, usai menemui perwakilan buruh yang berdemo di depan Gedung Negara Grahadi (28/10).

Sesuai dengan PP Pengupahan, formulasi penetapan UMK adalah UMK tahun depan = UMK tahun berjalan + (UMK tahun berjalan (inflasi + pertumbuhan ekonomi)). Totok menjelaskan, saat ini angka inflasi nasional telah ditetapkan sebesar 6,83 persen dan angka pertumbuhan ekonomi 4,76 persen. Dengan formula dalam PP Pengupahan tersebut, maka UMK Kota Surabaya adalah sebagai berikut, 2.710.000 + Rp 311.650 = Rp 3.021.650.

Saat ditanya tentang nilai UMK Surabaya 2016 tersebut, Totok hanya menyebut, "Jika mengacu pada formula PP 78, hitungannya memang demikian. Jadi silakan dihitung sendiri," imbuhnya.

Totok menambahkan, dengan diberlakukannya formula penetapan UMK sebagaimana amanat PP Pengupajan, hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) otomatis tidak lagi dipakai sebagai dasar penetapan UMK.

Sebelum angka tersebut ditetapkan, ada dua usulan yang diajukan oleh perwakilan buruh dan perwakilan asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo). Serikat buruh mengajukan kenaikan UMK sebesar Rp 3.111.000, sedangkan Apindo mengusulkan UMK sebesar Rp 3.021.650.

Koordinator Serikat Pekerja Serikat Buruh (SPSB) Kota Surabaya, Dendy Prayitno mengatakan, nominal UMK 2016 tersebut merupakan angka riil yang tidak muluk-muluk. “Dari angka ini, kami akan tetap melakukan pengawalan. Kami akan terus membangun hubungan dengan gubernur,” ujar Dendy.

back to top