Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Berjuang demi 'Tetesan Surga' yang menjadi perisai kehidupan

Berjuang demi 'Tetesan Surga' yang menjadi perisai kehidupan

KoPi| 'Tetesan Surga' merupakan materi suci yang usianya setua penciptaan makhluk hidup itu sendiri. Tuhan memberikannya kepada manusia sebagai esensi energi yang menghidupkan dan menumbuhkan. Esensi yang menjadi perisai paling canggih dalam perlindungan manusia.

Tetesan Surga diberikan kepada manusia melalui kodrat perempuan. Cairan murni yang menjadi materi transisi manusia yang lemah, sebagai bayi yang rentan oleh sakit, menjadi manusia yang kuat dan cerdas. Lalu manusia menyebutnya sebagai Air Susu Ibu (ASI).

Demikian dr. Dini Adityarini, Sp.A. dokter spesialis anak dari Surabaya ini memberi gambaran tentang ASI kepada KoPi. 

"ASI merupakan materi sangat esensial, paling murni, dan paling mengerti tentang bagaimana manusia yang masih bayi ditumbuhkan dalam perlindungan."

Dokter berkerudung ini menjelaskan bahwa ASI merupakan desain teknologi ilahiah yang tidak akan bisa ditandingi oleh teknologi rekayasa nurtisi apapun. Unsur-unsur dalam ASI secara indah, tepat dan terukur dihadiahkan Tuhan kepada manusia yang hidup di muka bumi.

"Maka jangan mencoba berkata bahwa teknologi rekayasa manusia akan menandinginya. Jika tidak dalam kondisi sangat mendesak, kondisi yang mengharuskan penggunakan nutrisi buatan manusia (sufor, red.) maka tetesan surga itulah yang mesti diberikan pada bayi,"

Dokter Dini tidak gentar harus berhadapan dengan keserakahan bisnis terkait produk nutrisi bayi baik sufor maupun produk lainnya. Jika pun bayi telah diperbolehkan mengonsumsi makanan padat atau masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), maka berikan nutrisi alam yang sehat dan segar.

"MPASI paling baik adalah langsung dimasakkan oleh paps dan mams. Lebih segar, vitamin terjaga, dan lebih murah."

Pada hari Sabtu (28/11/2015) Dokter Dini mendapat undangan memberikan pelatihan dan wejangan terkait ASI dan cara-cara pemberian ASI yang baik di Kabupaten Jombang. Kabupaten ini secara berani telah menerbitkan Perda ASI yang mengharuskan para orang tua mengutamakan ASI. |YP| 

back to top