Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Apa yang dilakukannya memang tidak 'mainstream', namun...(2)

FSY memperjuangkan nasib wanita yang kehilangan kesehatan mental FSY memperjuangkan nasib wanita yang kehilangan kesehatan mental

Berita sebelumnya klik di sini! 


Seorang pemimpin menghabiskan waktunya untuk memecahkan masalah-masalah yang membelit rakyatnya. Cara bisa saja berbeda. Ada yang blusukan, ada pula yang bekerja keras mengorganisasi kegiatan-kegiatan yang berdampak pada penguatan sosial dan ekonomi rakyat.


Surabaya-KoPi| Setelah memecahkan masalah pertama, FSY mengajak para pengurus BKOW Jawa Timur perwakilan 41 organisasi wanita tingkat provinsi itu untuk menyusun program yang berpihak kepada rakyat. Selain itu, melakukan program kemitraan dengan berbagai instansi pemerintahan maupun swasta. 

"Program berorientasi kemanusiaan antara lain menciptakan jejaring bantuan kemanusiaan untuk para wanita dan juga anak-anak yang tidak beruntung seperti pernikahan massal dan bantuan pendidikan atau kesehatan. Sedangkan pemberdayaan sosial ekonomi antara lain pelatihan usaha kecil, pelatihan menciptakan pasar, dan pengorganisasian ekonomi (koperasi, red.)."

FSY menjelaskan bahwa BKOW Jawa Timur tidak memiliki dana besar untuk advokasi kemanusiaan. Maka apa yang dilakukan FSY adalah melakukan lobi-lobi kepada para pengusaha yang telah sukses atau siapapun yang berkenan. Lobi-lobi itulah yang kemudian menjadi jejaring kemanusiaan. Kerja menciptakan jejaring kemanusiaan ini memang tidak terlihat langsung oleh masyarakat dan media.

"Saya tidak ingin sensasi. Saya hanya ingin membangun masyarakat agar sejahtera. Ya ini tidak seksi bagi media. Saya tidak peduli. Melihat sebagian rakyat tersenyum, hidup sehat dan bisa sekolah adalah anugerah indah bagi saya," jelas Fatma kepada KoPi.

Selain advokasi kemanusiaan, FSY bekerja keras agar cita-citanya tentang para wanita khususnya Jawa Timur keluar dari jurang kemiskinan tercapai. Wanita merupakan pilar sosial ekonomi keluarga yang bekerja mendidik dan merawat seluruh anggota keluarga. Pada saat bersamaan juga menjadi kekuatan ekonomi bagi keluarga.

Cita-cita itulah yang memperteguh FSY mencari cara paling baik. Cara itu adalah pemberdayaan kapasitas para wanita dalam bisnis. Langkah pertama yang dilakukannya adalah membuat proposal kerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Jawa Timur. Proposal itu berisi pelatihan-pelatihan peningkatan keterampilan berbisnis antara lain menciptakan produk kuliner, kerajinan dan manajemen bisnis. 

Kendala tidak ringan. FSY menghadapi tantangan pelik dari berbagai arah seperti meyakinkan Dinas Koperasi dan UMKM, serta para wanita agar bersedia ikut dalam pelatihan. FSY melakukan seri pertemuan dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur sampai akhirnya teryakinkan dengan programnya. Hasilnya BKOW Jawa Timur bekerjsama dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk penyelenggaraan pelatihan-pelatihan.

"Kendala lain adalah keikutsertaan para wanita Jawa Timur dalam pelatihan. Awalnya tidak sedikit yang menyangka ini hanya kegiatan formalitas. Maka saya turun dan berkomunikasi dengan para peserta. Mendengarkan pandangan-pandangan mereka."

Akhirnya kerja keras tersebut membuahkan hasil. Kini para peserta, wanita, aktif dalam pelatihan. Sebagian dari alumni pelatihan-pelatihan telah sukses membangun bisnis kecilnya sehingga penghasilan keluarga lebih mapan. FSY menyatakan bahwa hasil itu merupakan berkah yang sangat manis.

Secara alami, para alumni pelatihan tersebut juga menjadi arus penguatan sosial ekonomi lingkungannya. Karena mereka akan merekrut tenaga kerja. Jika ada 500 wanita yang usahanya sukses dan memiliki 5 pekerja maka ada 2500 orang terkuatkan ekonominya.

Langkah selanjutnya dalam pemberdayaan sosial ekonomi, FSY berupaya membangun sistem keorganisasian ekonomi rakyat. Caranya adalah membentuk dan membesarkan koperasi. 

"Jika para wanita terorganisasi secara baik, rapi dan kuat maka kegiatan-kegiatan ekonomi mereka akan lebih stabil atau meningkat. Koperasi adalah organisasi yang tepat."

FSY bersama BKOW Jawa Timur, kemudian, membentuk Koperasi Cipta Padma Wanita pada tahun 2012. Lagi-lagi FSY menghadapi masalah tidak ringan. Masalah-masalah itu antara lain permodalan yang bersumber pada iuran para anggota, pengelolaan koperasi, dan integrasi para pengurusnya.

Perlu diketahui bahwa data dari kementerian koperasi menunjukkan bahwa jumlah koperasi di Indonesia sekitar 155.964 pada awal tahun 2014. Namun demikian, tidak lebih dari 15 persen yang berhasil tumbuh. Kegagalan itu bersumber dari masalah-masalah tersebut dan tidak terjawab.

Langkah serius dilakukan FSY dengan melakukan komunikasi intensif dengan banyak pihak yang bisa diajak menjadi anggota dan melakukan iuran. Kerja itu sangat melelahkan.

"Berbicara terus, menjelaskan terus, dan meyakinkan terus. Kadang saya merasa lelah. Akan tetapi jika ingat ini sangat penting bagi masyarakat, perasaan itu saya kesampingkan."

Awalnya tidak banyak yang mau terlibat. Sebab koperasi itu sulit tumbuh. Akan tetapi kerja komunikasi intensif FSY membuahkan hasil. Koperasi Cipta Padma Wanita mendapatkan anggota-anggota yang bersedia iuran permodalan. Setelah ini sukses, FSY melakukan penciptaan sistem keorganisasian. Ia terlibat aktif dalam pengelolaan koperasi yang harus transparan dan akuntabel.

Maka saat ini Koperasi Cipta Padma Wanita Jatim telah mencapai 285 anggota dan 25 calon anggota baru. Volume usaha mencapai 1.1 milyar rupiah pada tahun 2015. Kabar kesuksesan inilah yang menyebabkan Menteri Koperasi dan UKM memberikan penghargaan pada Juli 2015 lalu.

Apa yang dilakukan FSY mungkin tidak tampak bleger dan sensasional di mata media massa. Apa yang dilakukannya mungkin tidak 'mainstream' bagi media. Namun, dampak yang dilakukannya adalah berkah bagi masyarakat luas.

Sosiolog Universitas Airlangga, Novri Susan, menilai apa yang dilakukan FSY merupakan the origin of leadership atau bentuk sebenarnya pemimpin.

"Biarpun tidak seksi bagi media, namun tetap bekerja untuk masyarakat. Itu makna dari the origin of leadership. Ada pemimpin-pemimpin seperti itu. Semoga media mau mengabarkannya kepada masyarakat agar menjadi inspirasi,"jelas Novri. |YP|

 

back to top