Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Apa yang dilakukannya memang tidak 'mainstream', namun... (1)

Apa yang dilakukannya memang tidak 'mainstream', namun... (1)

Surabaya-KoPi| Seorang pemimpin menghabiskan waktunya untuk memecahkan masalah-masalah yang membelit rakyatnya. Cara bisa saja berbeda. Ada yang blusukan, ada pula yang bekerja keras mengorganisasi kegiatan-kegiatan yang berdampak pada penguatan sosial dan ekonomi rakyat.

Masyarakat seringkali hanya melihat 'bleger' saja, seperti blusukan sana sini, tiba-tiba seorang bupati turun di keramaian jalan kemudian ikut mengatur lalu lintas, atau bernegosiasi dengan para PKL. Tentu saja hal itu tidak salah, namun ada sisi kepemimpinan lain yang bekerja keras tanpa dipedulikan oleh media mainstream.

Sisi lain itu adalah bekerja 'dalam sunyi' atau bekerja tanpa peduli popularitas media massa. Akan tetapi apa yang dikerjakannya mampu membuat masalah sosial dan ekonomi terpecahkan.

Seperti kerja Fatma Saifullah Yusuf (FSY) yang secara tekun dalam pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat khususnya Jawa Timur. Ia adalah Ketua Umum BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Jawa Timur, yang kebetulan istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Ketika terpilih menahkodai BKOW Jawa Timur, FSY harus berhadapan dengan tantangan pertama.

Tantangan tersebut adalah bagaimana harus menjadikan BKOW Jawa Timur sebagai organisasi yang kuat, bervisi kemanusiaan, dan memiliki program berorientasi pada kepentingan rakyat. Fakta permasalahan yang tidak mudah, BKOW Jawa Timur beranggotakan 41 organisasi wanita dengan pandangan berbeda-beda terhadap suatu permasalahan. Tidak terhindarkan, fakta tersebut menyebabkan BKOW Jawa Timur sarat konflik kepentingan di antara para anggotanya.

Ketika konflik terus berlangsung, dikhawatirkan dampaknya pada program-program yang tersusun tidak terlaksana secara baik. FSY melakukan hal yang tidak mudah, yaitu mengubah konflik menjadi harmoni. Maka FSY menciptakan langkah yang mungkin pemimpin politik lain tidak telaten, yaitu mendekati secara personal, kekeluaragaan, merangkul semua tanpa pilih kasih, hingga melakukan komunikasi dari hati ke hati.

"Saya yakin para pemimpin tersebut niat dan harapannya sangat baik kepada BKOW. Namun perbedaan bahasa atau cara penyampaian bisa menjadi sebab konflik. Jadi saya harus rajin berdialog dengan mereka, dan mempertemukan mereka untuk berbicara dengan hati,"jelas FSY kepada KoPi. 

Keyakinan FSY tersebut ternyata berbuah positif. BKOW Provinsi Jawa Timur menjadi solid. Walaupun demikian FSY terus menciptakan komunikasi baik antar personal dan forum. Media komunikasi bisa secara tatap muka maupun teknologi media seperti BBM dan WA. 

Setelah memecahkan masalah pertama, FSY mengajak para pengurus perwakilan 41 organisasi wanita tingkat provinsi itu untuk menyusun program. (Bersambung ke Apa yang dilakukannya memang tidak 'mainstream', namun... 2) |YP|

back to top