Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Ada yang mendebarkan ketika launching buku “Merawat cinta mungil”

Ada yang mendebarkan ketika launching buku “Merawat cinta mungil”
Surabaya - KoPi | Menjadi seorang dokter anak ternyata tidak meredupkan keinginan kuatnya dalam dunia tulis menulis. Pekerjaannya sebagai seorang dokter tidak serta merta dinikmati hanya di balik tirai rumah sakit saja. Dokter cantik ini justru menikmati dunia kerjanya dengan menuliskannya dalam untaian kata.

Dr. Dini Adityarini Sp. A menuliskan setiap kejadian kecil di ruangan rumah sakit yang membuatnya tersentuh. Ia lantas merapikannya dalam sebuah buku yang berjudul “Merawat Cinta Mungil” atau MCM. Buku terbitan Proyeksi Indonesia tersebut di launching di d’Tekape Cafe pada Sabtu 15/8 kemarin.

Dalam launching tersebut, sempat muncul suasana mendebarkan. Bagaimana tidak, para ibu menggendong para buah hatinya menaiki tangga perlahan. Terlihat beberapa panita berusaha membantu. Seorang ibu menjelaskan kepada KoPi.

"Saya ingin sekali ikut acara ini, ingin bertemu dokter dini. Maka saya tempuh gimana caranya agar sampai sini".

Suasana penuh hangat menaungi acara peluncuran buku MCM. Para tamu yang hadir merupakan kerabat, pasien dan perempuan yang ingin belajar kepada dr. Dini.

Tatanan ruang  tempat duduk yang melingkar di setiap meja menjadikan talkshow tersebut lebih hangat. Bahkan dr. Dini yang berdiri sebagai pembicara  menyambangi para audiens yang bertanya, seolah pasien yang sedang berkonsultasi. Hal tersebut dilakukannya agar keluhan penanya dapat dipahami oleh audiens lainnya.

Dalam talkshow tersebut, dr. Dini juga menyiapkan sebuah light training mengenai flat niple dan tongue tie di mana hal itu merupakan permasalahan bagi kebanyakan para ibunda dalam memberikan ASI.

Menurut dr. Dini kedua permasalahan tersebut kerap dijadikan alasan beberapa orang untuk tidak menyusui bayi. “Kedua permasalah tersebut bisa dipecahkan dengan beberapa cara. Seperti peletakan posisi bayi yang benar, atau pemotongan tali lidah bayi agar bisa lebih mudah menyusui,” ujar dr. Dini dalam launching buku tersebut.

dr. Dini memiliki nama khusus ASI, yaitu adalah tetesan surga yang berasal dari seorang ibu. Baginya, anak yang diberi ASI akan tumbuh sebagai anak yang unik, cantik, cerdas dan indah.

Seperti yang dirasa oleh Nadya Wulan, model asal Surabaya ini pada akhirnya memilih memberikan ASI kepada sang cinta mungilnya.  “Anakku, Naluri, tidak seberat teman-temannya yang menggunakan susu formula. Tapi menurutku, ukuran sehat itu tidak bisa dikategorikan lewat berat badan. Melainkan kesehatan dan tumbuh kembangnya sang buah hati tersebut,” tutur Wulan yang merupakan salah satu pembicara di sela talkshow.

Sebelumnya, Wulan bercerita bahwa dirinya merupakan seorang ibu yang tidak bisa masak apapun selain mie instan. Namun, keinginan untuk memberikan yang terbaik kepada si kecil tidak menyudutkan Wulan untuk memasak. “Berbekal buku yang aku baca mengenai makanan penunjang ASI (MPASI) akhirnya aku bisa masak buat si kecil,” ujarnya disertai sedikit tawa.

dr. Dini  menghadiahkan buku merawat cinta mungil kepada masyarakat Indonesia. Ia meyakinkan pada masyarakat bahwa ASI merupakan keindahan yang dimiliki oleh setiap ibu yang sepantasnya diberikan pada sang buah hati.

“Menyusui tidak tentang teknis saja, melainkan jiwa dan hatinya. Jika jiwa dan hati kita tersentuh saat menyusui, maka ASI akan mengalir secara lancar,” tutup dr Dini dalam acara tersebut.

Harapan terbesarnya dalam buku tersebut adalah keinginannya untuk dapat menstimulasi kesadaran perempuan, agar mereka memberikan yang terbaik kepada si mungil cintanya. |Labibah

back to top