Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

UAJY mengenalkan Indonesia Raya Incorporated (IRI)

UAJY mengenalkan Indonesia Raya Incorporated (IRI)

SLEMAN- Permasalahan di sektor ekonomi saat ini semakin beragam. Mulai dari meluapnya para koruptor, praktik jual beli jabatan, isu tenaga kerja asing dan sumber-sumber ekonomi yang dikuasai negara asing serta kemiskinan tak luput dari sorotan.

Beragam pertanyaan muncul ketika membahas mengenai hal-hal tersebut. Indonesia sudah merdeka lebih dari 70 tahun, akan tetapi pada realitanya kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia masih dipertanyakan.

Indonesia Raya Incorporated (IRI) menjadi jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut. IRI merupakan perkawinan antara BUMN dan BUMD di sebuah sumber ekonomi dengan melibatkan penyertaan modal dari BUMD provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia yang digagas oleh Gerakan Ekayastra Unmada Semangat Satu Bangsa.

Rabu (8/3), Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FE UAJY) berkesempatan menggelar Diskusi Perekonomian Indonesia bertajuk Indonesia Raya Incorporated “Perkawinan” BUMN dan BUMD bertempat di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung Bonaventura UAJY.

Pembicara dalam diskusi ini adalah A.M Putut Prabantoro, S.H., M.B.A yang merupakan Koordinator Gerakan Ekayastra Unmada sekaligus pencetus Indonesia Raya Incoporated dan dimoderatori oleh Dr. Y Sri Susilo Msi. dosen UAJY dan juga 1 dari 16 tokoh IRI.

Dalam presentasinya Putut memaparkan bagaimana konsep IRI mengejewantahkan pasal 33 UUD 1945 mengenai perekonomin yang disusun sebagai usaha bersama dan penguasaan negara yang sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

Munculnya gagasan IRI dijelaskan oleh Putut lewat berbagai contoh isu dan kasus di negeri ini seperti halnya mengenai BUMN yang tidak bisa bebas dari kelompok kepentingan (Garuda Indonesia dan Pertamina), serikat pekerja di obyek vital seperti serikat pekerja Pertamina di Cilacap yang dapat melakukan aksi demo.

“Dengan IRI kedaulatan, keamanan, pertahanan, budaya, nilai, NKRI, dan demokrasi akan terjaga jadi mengikat semuanya. IRI akan memperkuat BUMN, seperti Pertamina, PLN, PAM, dan bank-bank nasional masing- masing akan terkelola secara transparan, fokus dan profesional sehingga akan mampu menjadi lokomotif-lokomotif ekonomi yang akan menarik gerbong – gerbong (BUMD) ekonomi daerah,” ungkap pria kelahiran Palembang tersebut.

Selain membahas mengenai IRI. Putut juga menjelaskan bagaimana Eeergi sebagai alat strategis pemersatu bangsa. Dalam argumennya, Putut menyampaikan bahwa semua aktivitas perekonomian (industri hulu dan hilir) dikendalikan oleh energi oleh karena itu sesuai pasal 33 UUD 1945, sumber energi harus dikuasai oleh negara (pusat dan daerah) untuk kemakmuran sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia.

“Energi adalah roda pemutar ekonomi maka Energi harus diawasi,” jelasnya.

Tidak hanya memaparkan mengenai IRI dan energi, Putut turut meminta mahasiswa untuk kritis terhadap apa yang terjadi dimasyarakat agar kelak bisa menjadi pemimpin yAng mampu menyejahterakan rakyatnya.

“Masa depan Indonesia ditentukan oleh Anda,” pungkasnya. | Yustina Putri

back to top