Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Twitter Pencemaran Laut Timor Untuk Jokowi-Turnbull-Trump

Twitter Pencemaran Laut Timor Untuk Jokowi-Turnbull-Trump

KoPi| Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni melalui akun twitter Peduli Timor Barat mengucapkan selamat Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 kepada Presiden Jokowi, PM Australia Malcolm Turnbull, dan Presiden AS terpilih Donald Trump.

"Ucapan Natal dan Tahun Baru tersebut ditujukan kepada para sahabat Peduli Timor Barat yang telah bersama memperjuangkan sebuah keadilan bagi ratusan ribu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban petaka anjungan minyak Montara tahun 2009 dan juga kepada pihak-pihak yang masih berseberangan dengan perjuangan Peduli Timor Barat,agar pada 2017 tidak ada lagi perbedaan pendapat diantara para pihak yang bersengketa soal petaka tumpahan minyak Montara 2009 tersebut," dalam tweet-nya itu, Kamis (22/09).

Ucapan Natal dan Tahun Baru melalui akun twitter tersebut juga disampaikan antara lain kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut B Pandjaitan,Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop,Duta Besar Australia Paul Grigson,Duta Besar RI untuk Australia dan perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP.

Ketika dikonfirmasi wartawan,Tanoni menambahkan bahwa ucapan selamat Natal dan Tahun Baru 2017 kepada PM Australia Malcolm Turnbull merupakan ucapan balasan, karena beliau sudah menyampaikan ucapan tersebut kepada saya melalui email, akhir pekan lalu. Ia mengatakan ucapan yang disampaikan kepada pejabat Australia itu agar persoalan yang sudah berlarut-larut sejak tujuh tahun lalu segera dituntaskan, dan mengharapkan dukungan dari pemerintah Indonesia atas upaya penyelesaian masalah tersebut.

Saat ini, lebih dari 13.000 petani rumput laut di Pulau Rote, NTT tengah menggugat PTTEP di Pengadilan Federal Australia setelah usaha mereka tidak membuahkan hasil akibat meledaknya kilang minyak Montara yang mencemari wilayah perairan budidaya mereka.

"Suasana Natal dan Tahun Baru ini agar semakin menguatkan semangat bersama untuk mewujudkan keadilan dan hak-hak korban pencemamaran.Sekiranya ini bisa terwujud pada tahun 2017 nanti," kata Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Australia itu.

Sementara, ucapan yang disampaikan kepada Presiden terpilih AS Donald Trump karena AS mempunyai pengalaman yang baik dalam mengatasi pencemaran minyak di laut seperti dalam kasus Exxon Valdes di Teluk Meksiko beberapa waktu lalu.

"Presiden AS terpilih Donald Trump juga merupakan pemimpin yang memiliki komitmen tinggi terhadap masalah kemanusiaan dan memiliki prinsip yang teguh tentang fakta dan kebenaran," ujarnya.

Ia menambahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan pada awal Desember 2016 lalu sudah mendesak pemerintah Australia dengan memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson untuk segera mewujudkan tanggung jawab Australia atas korban pencemaran Laut Timor dan Laut di Nusa Tenggara Timur sesuai dengan berbagai kesepakatan antara Pemerintah RI dan Australia serta janji-janji Pemerintah Australia kepada rakyat Nusa Tenggara Timur melalui Peduli Timor Barat,demikian Ferdi Tanoni. |Rudy|

back to top