Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tony Abbots didesak selesaikan kasus Montara

 Ket Foto. Ketua YPTB Ferdi Tanoni saat menerima penghargaan 2003 Civil Justice Award dari President Australian Lawyers Allaince (ALA) Ms.Geraldine Collins di Canberra-Australia atas kegigihan nya memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil di Laut Timor. Ket Foto. Ketua YPTB Ferdi Tanoni saat menerima penghargaan 2003 Civil Justice Award dari President Australian Lawyers Allaince (ALA) Ms.Geraldine Collins di Canberra-Australia atas kegigihan nya memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil di Laut Timor.

Kupang-KoPi| Media Australia menyoroti kepemimpinan Perdana Menteri Tony Abbott sebagai kepala pemerintahan federal negeri Kanguru soal tanggungjawabnya dalam menyelesaikan petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada Agustus 2009 yang sampai sekarang masih terus juga ditutup-tutupi.

"Media Australia tidak hanya mengeritik Tony Abbott soal pencemaran di Laut Timor tersebut,karena dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat pesisir di kepulauan Nusa Tenggara Timur," kata Ferdi Tanoni,Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB)  kepada wartawan di Kupang, Jumat (20/2).

YPTB pimpinan Ferdi Tanoni yang berkedudukan di Kupang, NTT ini merupakan satu-satunya lembaga sosial di dunia dari Indonesia yang yang tengah mempersiapkan gugatan ke Pengadilan Australia terkait dengan tuntutan ganti rugi masyarakat yang terkena dampak dari pencemaran minyak di Laut Timor tersebut.
    
YPTB kemudian menunjuk Greg Phelps, salah satu anggota Aliansi Pengacara Australia (ALA) dan beberapa pengacara lainnya dari Amerika Serikat dan Inggris sebagai kuasa hukumnya untuk menggugat Australia di pengadilan Federal Australia.
    
Media-media besar di Australia seperti The Sydney Morning Herald, The Daily Telegraph, The Australian, The Canberra Times dan The Age Melbourne dalam edisi pekan lalu hampir meluncurkan tulisan dalam nada kritik yang sama "West Timor Awaits Abbott Montara Response (Timor Barat Menunggu Tanggapan Abbott soal Montara)".
    
Di dalam pemberitaan-pemberitaan tersebut, kata Ferdi, media Australia menulis bahwa sejak petaka polusi minyak lepas pantai terbesar di Australia terjadi pada 21 Agustus 2009, masyarakat pesisir di Timor bagian barat NTT yang berhadapan langsung dengan Laut Timor, telah mengalami penyakit yang aneh-aneh dan kerugian yang sangat besar karena dampak dari pencemaran tersebut telah  menghancurkan industri perikanan dan rumput laut mereka.
    
Greg Phelps mengakui bahwa sebagai pengacara YPTB, ia menulis surat langsung kepada Perdana Menteri Tony Abbott pada tanggal 24 November  2014 meminta  agar segera diadakan pertemuan darurat untuk membahas warisan dari petaka Montara 2009 itu.
    
"Namun, sampai saat ini saya tidak pernah menerima jawaban atas surat yang mendesak bantuan pemerintah Australia untuk menyelesaikan kewajiban dari PTTEP AA (operator kilang minyak Montara asal Thailand) terhadap dampak tumpahan minyak Montara di perairan Indonesia," sebagimana dikutip media Australia.
    
"Saya meyampaikan langsung surat itu ke kantor perdana menteri yang telah melindungi PTTEP AA dibalik kemiskinan dan keterpencilan korban Montara yang merupakan tindakan tercela bagi bangsa Australia karena telah bersekongkol dengan pencemar guna  membatalkan tanggung jawab perusahaan," kata Greg.
    
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya pada tanggal 24 September 2014 telah menyurati Pemerintah Australia untuk meminta kerja sama dalam menyelesaikan masalah tersebut, namun hingga saat ini tidak ada tanggapan dari Tony Abbott.
    
Ketua YPTB Ferdi Tanoni yang juga pemerhati masalah Laut Timor itu menilai PM Tony Abbott telah menutup mata dan telinganya terhadap penderitaan orang-orang yang berada di halaman belakang Australia.
    
Ia juga mendesak Jakarta tidak boleh membisu saja dengan persoalan ini (pencemaran minyak di Laut Timor akibat meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009), namun terus menekan Australia dan meminta pertanggunghawaban langsung dari PM Tony Abbott untuk secepat mungkin menyelesaikan masalah ini.
    
"Masalah pencemaran Laut Timor ini jauh lebih besar skalanya dibandingkan dengan kasus hukuman mati yang dijatuhkan terhadap dua warga Australia dalam kasus Bali Nine," kata Tanoni menegaskan.
    
"Petaka tumpahan minyak Montara  bukan saja telah membunuh ratusan ribu mata pencaharian masyarakat miskin di pesisir kepulauan Nusa Tenggara Timur, tetapi lebih dari itu telah menciptakan penyakait-penyakit aneh yang membawa pada kematian rakyat Indonesia yang setiap hari berinteraksi dengan perairan di sekitar Laut Timor," tambahnya.
    
Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Kedubes Australia itu menuntut pertanggung jawaban Pemerintah Australia yang telah dengan sengaja meracuni Laut Timor pada 2009 dengan menyemprotkan bubuk kimia sangat beracun  (dispersant) untuk menenggelamkan tumpahan minyak Montara ke dasar Laut Timor.|YPTB | Leo

back to top