Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Taman Budaya Yogyakarta gelar kethoprak kolosal

Taman Budaya Yogyakarta gelar kethoprak kolosal

Siaran Perss


Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sebagai UPTD Dinas Kebudayaan DIY akan menggelar pentas Ketoprak Kolosal 2014 di Concert Hall, Jumat-Sabtu (8-9/8). Pergelaran yang melibatkan 400 seniman ketoprak se-DIY akan menggarap karya SH Mintardjo   dengan cerita 'Sumunaring Surya Ing Gagat Rahina'.

"Program yang pertama kali diselenggarakan oleh TBY ini bertolak dari pemikiran untuk menghidupkan seni kethoprak di Yogyakarta yang kurang berkembang dengan baik. Ketoprak kolosal di Yogyakarta hampir tidak pernah diselenggarakan. Padahal Yogyakarta memiliki seniman-seniman ketoprak handal dengan karya-karya yang layak dibanggakan," ujar Drs Diah Tutuko Suryandaru, Kepala TBY kepada KRJogja.com, Senin (4/8).

Disebutkan, potensi ini layak dikembangkan dan di sebarluaskan kepada generasi muda yang kurang mengenal seni kethoprak. Untuk itu, pergelaran Ketoprak Kolosal ini diharapkan mampu melahirkan sebuah karya yang layak diapresiasi masyarakat dan mampu menarik generasi muda untuk belajar ketoprak.

Dalam cerita 'Sumunaring Surya Ing Gagat Rahina' bakal dimain dua malam berturut-turut. Malam pertama naskah karya  karya SH Mintardjo akan diadatasi menjadi naskah Ketoprak Konvensional oleh Tantida Isa.
Lakon ini bakal digarap oleh tim sutradara Drs Susilo Nugroho, Widayat, Bambang Paningron, Nano Asmorodhono, Puntung CM Pudjadi dan Toelis Semero.

Sedang malam kedua cerita yang sama diadaptasi menjadi lakon 'Lingsir' dengan penulis Surya Anantya, dengan tim sutradara Ari Purnomo, RM Altiyanto Hermawan, Anter Asmaratedja, Herwiyanto, Gondol Sumargiyono dan Herry Limboex.

"Melalui Pergelaran Kethoprak Kolosal ini, TBY berkomitmen agar seni kethoprak menjadi salah satu seni yang akan terus dikembangkan. Dengan begitu akan semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai kota budaya. Dengan tumbuh dan berkembangnya seni ketoprak di Yogyakarta niscaya memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan seni di Yogyakarta," tegas Diah.(*)

back to top