Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Taman Budaya Yogyakarta gelar kethoprak kolosal

Taman Budaya Yogyakarta gelar kethoprak kolosal

Siaran Perss


Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sebagai UPTD Dinas Kebudayaan DIY akan menggelar pentas Ketoprak Kolosal 2014 di Concert Hall, Jumat-Sabtu (8-9/8). Pergelaran yang melibatkan 400 seniman ketoprak se-DIY akan menggarap karya SH Mintardjo   dengan cerita 'Sumunaring Surya Ing Gagat Rahina'.

"Program yang pertama kali diselenggarakan oleh TBY ini bertolak dari pemikiran untuk menghidupkan seni kethoprak di Yogyakarta yang kurang berkembang dengan baik. Ketoprak kolosal di Yogyakarta hampir tidak pernah diselenggarakan. Padahal Yogyakarta memiliki seniman-seniman ketoprak handal dengan karya-karya yang layak dibanggakan," ujar Drs Diah Tutuko Suryandaru, Kepala TBY kepada KRJogja.com, Senin (4/8).

Disebutkan, potensi ini layak dikembangkan dan di sebarluaskan kepada generasi muda yang kurang mengenal seni kethoprak. Untuk itu, pergelaran Ketoprak Kolosal ini diharapkan mampu melahirkan sebuah karya yang layak diapresiasi masyarakat dan mampu menarik generasi muda untuk belajar ketoprak.

Dalam cerita 'Sumunaring Surya Ing Gagat Rahina' bakal dimain dua malam berturut-turut. Malam pertama naskah karya  karya SH Mintardjo akan diadatasi menjadi naskah Ketoprak Konvensional oleh Tantida Isa.
Lakon ini bakal digarap oleh tim sutradara Drs Susilo Nugroho, Widayat, Bambang Paningron, Nano Asmorodhono, Puntung CM Pudjadi dan Toelis Semero.

Sedang malam kedua cerita yang sama diadaptasi menjadi lakon 'Lingsir' dengan penulis Surya Anantya, dengan tim sutradara Ari Purnomo, RM Altiyanto Hermawan, Anter Asmaratedja, Herwiyanto, Gondol Sumargiyono dan Herry Limboex.

"Melalui Pergelaran Kethoprak Kolosal ini, TBY berkomitmen agar seni kethoprak menjadi salah satu seni yang akan terus dikembangkan. Dengan begitu akan semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai kota budaya. Dengan tumbuh dan berkembangnya seni ketoprak di Yogyakarta niscaya memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan seni di Yogyakarta," tegas Diah.(*)

back to top