Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

SJP Gandeng FISIP UAJY Peringati Hari Perempuan Internasional Lewat Nonton Bareng dan Diskusi

SJP Gandeng FISIP UAJY Peringati Hari Perempuan Internasional  Lewat Nonton Bareng dan Diskusi

Sleman-KoPi| Perjuangan menyuarakan hak perempuan telah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Di berbagai negara terdapat para tokoh yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Dalam rangka memperingati hari perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, para mahasiswa yang tergabung dalam Sahabat Jurnalistik Perempuan (SJP) region Yogyakarta bersama Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Atma Jaya Yogykarta (FISIP UAJY) menyelenggarakan Nonton Bareng dan Diskusi bertempat di ruang 4007 kampus 4 Gedung Teresa pada Kamis (9/3).

 

Acara dimulai dengan pemutaran film berjudul SUFFRAGETTE tahun 2015 yang di sutradarai oleh Sarrah Gauron. Film yang berasal dari Amerika Serikat ini mengisahkan tentang perjuangan para kaum perempuan di Inggris tahun 1962 yang tergabung dalam Suffragette yaitu gerakan yang menuntut hak suara bagi perempuan dan rela mengorbankan segalanya demi kesetaraan sosial.

Tidak hanya menonton film, acara dilanjutkan dengan Diskusi yang dimoderatori oleh Makrus Ali (Staff Bidang Perempuan dan Politik Yayasan Ternama) serta menghadirkan Karina Roosevita seorang seniman dan peneliti sebagai pemantik diskusi dalam acara tersebut.

Dalam diskusi Karina menyampaikan bagaimana kaitannya film SUFFRAGETTE dengan hak perempuan pada saat ini. “Karena film ini mempresentasikan hak – hak perempuan, bagi saya hak untuk memilih adalah hak yang paling penting,” Dr. Phili. Lukas S. Ispandriarno (Dosen FISIP UAJY) juga turut mengutarakan pendapatnya terhadap film karya Sarrah tersebut. “Film ini kuat menunjukan perempuan berjuang membuat perempuan menjadi militan sehingga kita perlu mencontoh.”

Tidak hanya mengkaitkan film SUFFRAGETTE terhadap realita hak perempuan pada saat ini, Karin juga membahasan mengenai diskriminasi media terhadap hak perempuan. “Diskriminasi media masih sangat kuat. Tahun 2000an sangat populer kisah–kisah kepedihan, wanita dipukuli, diperlakukan dengan kekerasan bahkan mengalami siksaan. Itu yang menarik untuk dijual. Marak-maraknya film berbau sex dan horor membuktikan bahwa hak perempuan di media belum terbukti kala itu. Kalian anak komunikasi perlu duduk di bangku produser agar bisa menopang suara-suara perempuan lewat sana,” jelasnya.

“Semua perempuan terlahir unik, berbeda satu dengan yang lain tapi bagaimana satu sama lain tersebut menjadikan kita saling menghargai, mendukung, merawat perbedaan itu,” ujar Karin di akhir diskusi.

back to top