Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Rupa-Rupa Seni Rupa: Nandur Srawung

Painted by Yoyo Painted by Yoyo

Yogyakarta- KoPi- Dalam upaya memetakan dinamika medan seni rupa Yogyakarta, Taman Budaya Yogyakarta akan menyelenggarakan pameran dengan tajuk “Rupa-Rupa Seni Rupa” yang akan berlangsung pada tanggal 17-26 November 2014 di gedung pameran Taman Budaya Yogayakarta. Tema besar yang diusung lewat pameran kali ini adalah ‘City Of Philosophy’.

Lewat tema tersebut, pameran kali ini berusaha untuk memunculkan pandangan mengenai bagaimana benda-benda maupun objek yang dianggap Seni bersinggungan dengan realitas keseharian hidup, terutama kondisi sosial yang sehari-hari dihadapi oleh masyarakat Yogyakarta.   
   
Karena mendasarkan diri pada realitas keseharian masyarakat Yogya, maka pameran ini berkeinginan menyisir bentuk maupun aktivitas berkesenian di kota Yogyakarta. Adapun laku penyisiran dimulai dari kantong-kantong komunitas seni yang hidup di Yogyakarta.

Kebanyakan komunitas seni rupa di kota ini hidup dengan cara menunjukkan kemauan untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan orang lain, kemauan untuk bertamu, mengenali perbedaan, serta berinteraksi lewat praktik sosial. Pameran kali ini, kurang lebih, mau menunjukkan kecenderungan semacam itu melalui tangan-tangan seniman pameran yang berjumlah kurang lebih 500 orang. Sejumlah seniman tersebut dibagi lagi ke dalam sejumlah divisi, yakni seni grafis, komik, seni lukis, patung, pop culture, desain, new media, kriya, tato, serta mural. Dan masing-masing divisi ditangani oleh seorang kurator/elaborator.  
   
Lebih jauh lagi, istilah nandur srawung digunakan sebagai tema pameran untuk melihat kembali semangat interaksi sosial dalam masyarakat hari ini. Interaksi sosial yang sudah banyak berubah yang dipengaruhi oleh teknologi komunikasi, struktur sosial, dan nilai-nilai dalam masyarakat. Nandur Srawung menjadi sebuah ajakan untuk memahami kembali filosofi masyarakat dalam memelihara solidaritas, kepekaan sosial, dan penghargaan atas perbedaan. Sebuah investasi untuk membuka imajinasi kita tentang realitas sosial masa depan kita bersama.   

Yogyakarta, 12 November 2014

Drs. Suharyatmo
Ketua Panitya

 

back to top