Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Ratusan peserta ikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah"

Foto: BEDAH NOVEL -- Sebanyak 200-an peserta mengikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah (KIS)” karya Nova Eka Putri, Kamis (14/5), di aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. (Foto: IST.) Foto: BEDAH NOVEL -- Sebanyak 200-an peserta mengikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah (KIS)” karya Nova Eka Putri, Kamis (14/5), di aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. (Foto: IST.)
Padang-KoPi| Sebanyak 200-an peserta mengikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah (KIS)” karya Nova Eka Putri, Kamis (14/5), di aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. Tampil sebagai pembahas Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat FAM Indonesia) dan Boy Chandra (Novelis).
 
Banyak kejutan-kejutan tidak tertuga dalam novel KIS. Penulisnya lihai ‘mengelabui’ pembaca sehingga alur dan ending cerita tidak mudah ditebak. “Bahasanya mengalir, to the point, dan setiap bab mengundang rasa penasaran,” ujar Muhammad Subhan.
 
Sementara dari segi kover dan judul, Boy Chandra menilai, novel KIS cukup bernilai jual. Sebab, katanya, sebelum orang membaca sebuah buku, tampilan kover dan judul ikut memengaruhi minat orang membaca buku tersebut.
 
“Tampilan luar buku menarik, dan ini diimbangi pula dengan tampilan isinya. Penulis KIS seorang pembaca yang baik sehingga ia mampu menulis dengan baik,” paparnya.
 
Menurut Nova Eka Putri, novel KIS ditulisnya dalam waktu 7 hari. Itu pun dengan cara meminjam laptop teman-temannya di kos, sebab laptop miliknya dijabret bersama tas ketika ia dalam perjalanan pulang kampung ke Pariaman pada 24 September 2014. 
 
Insiden penjabretan itu menyebabkan ia terjatuh dari sepeda motor sehingga mengalami luka serius di wajah dengan 16 jahitan.
 
“Saya tidak ingin mengingat kejadian pahit itu, tapi saya berusaha bangkit dengan cara berkarya lewat novel KIS,” ujar Mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UNP ini.
 
Di kampus, Nova Eka Putri dikenal sebagai aktivis dengan seabrek kegiatan, di antaranya Sekretaris Menteri BEM UNP (2014-2015), MC, moderator, English Debater, dan entrepreneur muda.|Rel
 
back to top