Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Ragam Batik Gedog Tuban dan Filosofinya

Ragam Batik Gedog Tuban dan Filosofinya

Surabaya-KoPi| Batik memiliki ciri khas masing-masing daerah yang umumnya dibedakan dari corak atau motif, warna serta tehnik pewarnaan yang dipergunakan. Hal ini yang ditemui di Batik Gedog yang berasal dari Tuban. Keunikan proses pembuatan serta teknik pewarnaan mendorong KIBAS menghadirkan Batik Gedog dalam pameran yang bertajuk “another side of batik gedog” yang digelar pada tanggal 07 – 29 Oktober 2016 di Galeri Seni House of Sampoerna (HoS).

Perbedaan mendasar dari Batik Gedog dibanding batik lainnya, yakni dari bahan kain tenun yang dipergunakan, yang terbuat dari kapas yang banyak ditanam di ladang sekitar lokasi pembuatan batik. Kapas yang sudah dipintal, kemudian ditenun menjadi kain menggunakan alat tenun tradisional yang mengeluarkan bunyi “dog…dog…” sehingga disebut kain Gedog.

Kain Gedog yang bertekstur kasar ini dibatik dengan menggunakan pewarna alam dari tanaman sekitar yang disebut NILO (Nila) atau Indigo yaitu tanaman penghasil warna biru alami. Penggunaan bahan-bahan alami inilah yang menjadikan Batik Gedog terlihat eksotis.

35 Batik Gedog dengan beragam motif seperti Likasan Kotong, Rengganis, Gringsing, Kijing Miring, Kasatrian, Kembang waluh, Kembang Kluwih, Lok Can, Gunting, Ganggeng, dan Owal Awil ditampilkan beserta penjelasan akan fungsi dan filosinya yang masih kurang dikenal oleh masyarakat.

Seperti motif Gringsing yang sering digunakan sebagai selimut, dipercaya dapat menyembuhkan orang sakit.

bati hos2

Di satu daerah, kain Gringsing dapat digunakan secara bergilir dari satu keluarga ke keluarga yang lain saat ada anggota keluarga yang sakit. Tidak hanya berdasarkan motif, batik Gedog juga memiliki sebutan sesuai dengan fungsinya seperti batik Gedog ‘tapeh’ atau kain panjang, digunakan untuk ‘sayut’ atau gendongan, untuk menggendong bayi atau barang.

Adapula ‘Serang Buwuhan, yaitu batik Gedog yang umumnya digunakan saat menghadiri acara atau hajatan keluarga. Fungsi batik Gedog lainnya yang masih dilakukan hingga kini adalah sebagai prasyarat ketika akan mendirikan pilar (saka Guru) sebuah rumah yaitu dengan cara menggantungkan batik pada pilar.

Batik Gedog yang banyak dihasilkan dari kecamatan Kerek kabupaten Tuban ini, masih juga digunakan sebagai alat tukar untuk mendapatkan barang lain, sering pula menjadi barang yang dapat digadaikan bagi penduduk desa yang membutuhkan uang. Bagi penduduk lainnya, batik Gedog juga dikategorikan sebagai barang pusaka dan merupakan kebanggaan keluarga yang memilikinya karena menunjukan status ekonomi keluarga tersebut.

Dilatarbelakangi oleh komitmen untuk terus mengapresiasi dan mengembangkan batik Jawa Timur sebagai kekayaan budaya bangsa mendorong KIBAS untuk melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan teknologi. Berbagai kegiatan untuk meningkatkan nilai ekonomis batik Jawa Timur melalui pendidikan, penelitian, dan pelatihan tentang batik berdasarkan keunggulan dan keunikan masing-masing terus dilakukan oleh KIBAS dengan dukungan dari tenaga profesional.

Sejak awal didirikan, House of Sampoerna terus mendukung program-program pelestarian warisan budaya bangsa seperti batik salah satunya dengan penyelenggaraan pameran di galeri seni agar masyarakat semakin mengapresiasi batik terutama Batik Jawa Timur, selain memberikan kesempatan bagi pengrajin batik untuk memperkenalkan dan menjual karyanya di museum shop yang berada di lantai 2 museum, sebagai kontribusi terhadap perkembangan UMKM di Surabaya dan Jawa Timur.

back to top