Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Penandatanganan pinjaman Oda Jepang dengan RI: Untuk ketahanan pangan dan promosi industri pariwisata

Penandatanganan pinjaman Oda Jepang dengan RI: Untuk ketahanan pangan dan promosi industri pariwisata

Kamis, 30 Maret 2017. Pemerintah Republik Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani perjanjian pinjaman proyek pinjaman lunak ODA (Official Development Assistance) Jepang sebesar 73,988 milyar Yen untuk tiga (3) proyek.

Dipacu dengan konsumsi pasar domestik dan investasi swasta yang sehat, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil selama beberapa tahun belakangan ini.

Walaupun sejak 2013, tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mengalami penurunan sekitar empat (4) sampai dengan lima (5) persen (%), karena turunnya harga sumber daya alam yang merupakan komoditas ekspor utama Indonesia serta pengaruh dari melemahnya kondisi ekonomi secara global dan faktor-faktor lainnya, namun diperkirakan pertumbuhan ekonomi jangka menengah Indonesia tetap akan terus menguat.

"Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019" yang disusun oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan pada bulan Oktober 2014, memberi perhatian khusus pada pengurangan kesenjangan ekonomi di tingkat daerah dan menciptakan kestabilan masyarakat.

Pada saat bersamaan, Pemerintah Indonesia juga memprioritaskan ketahanan pangan sebagai tantangan besar bagi pembangunan nasional, yang mana untuk mencapainya dirasakan perlu adanya peningkatan swasembada pangan dengan meningkatkan produksi pertanian padi dan tanaman pangan lainnya.

Indonesia sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia, baru-baru ini dihadapkan dengan masalah erosi pantai yang terjadi di berbagai daerah.

Salah satunya Pulau Bali yang terkenal di dunia sebagai andalan pariwisata bagi Indonesia tidak luput dari masalah tersebut, sehingga konservasi pantai dianggap sebagai isu yang perlu diperhatikan sebagai salah satu bentuk upaya promosi industri pariwisata dan pembangunan ekonomi daerah di luar wilayah metropolitan Jakarta.

Ringkasan tiga (3) proyek adalah sebagai berikut:
(1) Proyek Modernisasi Irigasi Rentang (senilai 48,237 milyar yen)
(2) Proyek Irigasi Komering (Tahap 3) (senilai 15,896 milyar yen)
(3) Proyek Konservasi Pantai Bali (Tahap 2) (senilai 9,855 milyar yen)

(1) Proyek Modernisasi Irigasi Rentang

(a) Tujuan dan Ringkasan Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan produksi padi dan komoditas pangan lainnya di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk di Provinsi Jawa Barat, dengan melakukan modernisasi dan rehabilitasi sistem irigasi yang sudah ada dan meningkatkan mekanisme penggunaan serta pemeliharaan sistem irigasi ini, agar nantinya dapat berkontribusi untuk pendapatan yang lebih tinggi bagi petani dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.

(b) Latar Belakang dan Kebutuhan Area irigasi Rentang, merupakan wilayah sasaran dari proyek ini, merupakan area penting penghasil beras dengan area irigasi terbesar kedua di Indonesia (dari total keseluruhan total area sekitar 80.000 hektar, 37.000 hektar di tepi kiri dari Sungai Cimanuk ditargetkan masuk ke dalam proyek) yang terletak di Provinsi Jawa Barat.

Meskipun area tersebut awalnya dibangun pada tahun 1916 di era pemerintahan Belanda, sejak tahun 1981 belum pernah dilakukan rehabilitasi skala besar, menyebabkan sebagian besar fasilitas rusak akibat erosi, dan sekitar 70 persen dari area irigasi mengalami kekurangan air yang parah di musim kemarau, hal itulah yang menyebabkan proses rehabilitasi pada fasilitas irigasi ini menjadi prioritas.

Diharapkan agar proyek ini dapat menjadi proyek percontohan untuk modernisasi sistem irigasi di Indonesia.

(c) Badan Pelaksana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Alamat: Jl. Pattimura No.20 - Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telepon: +62-21-724-3663, fax: +62-21-739-5626

(d) Rencana Jadwal Perencanaan

1. Penyelesaian Proyek: April 2023 – saat fasilitas tersebut siap digunakan

2. Undangan lelang untuk layanan jasa konsultasi (termasuk pengawasan konstruksi): April 2017 3. Pengumuman tender internasional untuk paket pekerjaan konstruksi rehabilitasi Kanal Utama Rentang Rencana Tanggal Pengumuman: Februari 2017 (sudah rilis)

(2) Proyek Irigasi Komering (Tahap 3)

(a) Tujuan dan Ringkasan Proyek ini akan memperluas kapasitas fasilitas irigasi yang sudah ada, membangun daerah irigasi baru dan memodernisasi serta meningkatkan mekanisme penggunaan dan pemeliharaan sistem irigasi pada area irigasi Komering, yang area irigasinya memberi pasokan air pada daerah-daerah di Sumatera Selatan dan propinsi Lampung.

Proyek ini diharapkan akan memberikan konstribusi terhadap peningkatan produksi padi, meningkatkan tingkat pendapatan yang lebih tinggi bagi para petani dan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi negara.

(b) Latar belakang dan Kebutuhan Area Irigasi Komering yang merupakan wilayah sasaran proyek, terletak di hulu Sungai Komering di Sumatera bagian selatan dan merupakan daerah penting penghasil beras dengan daerah irigasi terbesar keempat di Indonesia.

Pemerintah Jepang telah memberikan dukungan terus-menerus untuk memperkuat mekanisme penggunaan dan pemeliharaan pembangunan fasilitas irigasi, dimulai dengan penyusunan Master Plan/Rencana Induk pada tahun 1979 sampai dengan penyelesaian 2 tahapan.

Memasuki tahap akhir dari proyek ini, fase ini ditujukan untuk meningkatkan penyediaan pasokan air untuk lahan-lahan pertanian yang belum mendapatkan pasokan air serta memperkuat mekanisme penggunaan, pemeliharaan dan pengembangan fasilitas kegiatan selanjutnya seiring dengan meningkatnya supply air, pada akhirnya mampu memberikan pasokan air yang stabil ke seluruh area irigasi, yaitu sekitar 73.000 hektar lahan pertanian.

(c) Badan Pelaksana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Alamat: Jl. Pattimura No.20 - Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telepon: +62-21-724-3663, fax: +62-21-739-5626

Rencana Jadwal Pelaksanaan

1. Penyelesaian proyek: Mei 2023 – disaat fasilitas tersebut siap digunakan

2. Undangan lelang untuk layanan jasa konsultasi (termasuk karya desain rinci): April 2017

3. Pengumuman tender internasional untuk paket pekerjaan konstruksi Rencana Tanggal Pengumuman: Maret 2018

(3) Proyek Konservasi Pantai Bali (Tahap 2)

(a) Tujuan dan Ringkasan Proyek ini akan melakukan penataan kembali pasir pantai, pembangunan serta rehabilitasi tanggul laut dan pemeliharaan serta menjaga kondisi pantai di daerah pesisir bagian timur dan selatan Bali untuk mewujudkan lingkungan pantai yang baik, mengurangi resiko bahaya pantai, sehingga dapat meningkatkan industri pariwisata, pengembangan ekonomi daerah, dan mengatasi perubahan iklim di Bali.

(b) Latar Belakang dan Kebutuhan

Dengan total kurang lebih 99.000 kilometer garis pantai, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan erosi pantai terjadi di berbagai daerah. Bali, terkenal di dunia sebagai salah satu tujuan wisata terbaik dihadapkan masalah erosi pantai yang sangat serius seiring dengan pesatnya perkembangan industri pariwisata, ditambah dengan pemeliharaan dan pengembangan area pantai yang kurang terorganisir dengan baik.

Dengan adanya perubahan iklim, ada kekhawatiran akan naiknya permukaan laut serta gelombang air sehingga konservasi pesisir menjadi prioritas untuk melindungi aset pantai dan memastikan keselamatan bagi penduduk yang bermukim disekitarnya.

Pada tahap pertama Proyek Konservasi Pantai Bali, JICA menggunakan pengetahuan dan pengalaman dari Jepang untuk melaksanakan konservasi pesisir dengan dipadukan penataan kembali pasir pantai dan strukturisasi pesisir yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia, untuk mengembalikan pantai-pantai di pesisir selatan Bali, dan untuk memperkuat tanggul laut di Tanah Lot, kuil yang terkenal dengan keindahan pemandangannya.

Ditahap kedua ini, proyek ini akan melestarikan garis pantai di bagian timur Bali yang diharapkan dapat menjadi tujuan wisata baru, dan juga memperkuat kapasitas pengelolaan dan pemeliharaan pesisir pantai untuk konservasi pesisir pantai yang berkelanjutan.

(c) Badan Pelaksana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Alamat: Jl. Pattimura No.20 - Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telepon/fax: +62-21-726-2366

(d) Rencana Jadwal Pelaksanaan

1. Penyelesaian proyek: Desember 2022 – disaat fasilitas tersebut siap digunakan

2. Undangan lelang untuk layanan jasa konsultasi (termasuk karya desain rinci): Mei 2017 3. Pengumuman tender internasional untuk paket pekerjaan konstruksi Konservasi Pantai Candidasa Tanggal Rilis Pengumuman (direncanakan): Juni 2019

Ketentuan dan Jumlah Pinjaman

Pengadaan
Proyek


Nama Proyek: (1) Proyek Modernisasi Irigasi Rentang
Jumlah (Juta yen): 48,237
Tingkat Bunga Tahunan (%): JPY LIBOR + 15 bp
Layanan Jasa Konsultasi: 0.01
Jangka Waktu Pengembalian (tahun): 30
Masa Tenggang (tahun): 10
Pengadaan: General untied

Nama Proyek: (2) Proyek Irigasi Komering (Tahap 3)
Jumlah (Juta yen): 15,896
Tingkat Bunga Tahunan (%): JPY LIBOR + 15 bp
Layanan Jasa Konsultasi: 0.01
Jangka Waktu Pengembalian (tahun): 30
Masa Tenggang (tahun): 10
Pengadaan: General untied

Nama Proyek: (3) Proyek Konservasi Pantai Bali (Tahap 2)
Jumlah (Juta yen):9,855
Tingkat Bunga Tahunan (%): JPY LIBOR + 15 bp
Layanan Jasa Konsultasi: 0.01
Jangka Waktu Pengembalian (tahun): 30
Masa Tenggang (tahun): 10
Pengadaan: General untied

Total 73,988

back to top