Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pameran 'Lumbung Kehidupan', suara masyarakat pinggir kali

Pameran 'Lumbung Kehidupan', suara masyarakat pinggir kali

Jogjakarta-KoPi| Hari ini, ruang hidup telah menjadi persoalan krusial baik di daerah perkotaan maupun pedesaan di Indonesia. Di Kota Jogjakarta, terutama di pemukiman padat pinggir kali, masyarakat sangat rentan untuk disingkirkan.

Begitulah kritik yang terlontar terhadap realitas sosial yang semakin tidak memihak masyarakat marginal. Ungkapan kritik tersebut dituangkan dalam sebuah garapan kreatif “CreativeNet” mengangkat tema Lumbung Kehidupan di Jogja Gallery, Jl, Pekapalan, Alun-Alun Utara, Yogyakarta. Pameran berlangsung dari tanggal 31 Oktober-6 November 2015.

Pameran ini digagas bersama oleh delapan komunitas yang terdiri dari Komunitas Sanggar Anak Kampung Indonesia (SAKI), Komunitas Ledok Code, dan Komunitas Gerilya Pemuda Prawirotaman 08 (GPP08) Di Klaten ada Komunitas Padepokan Kyai Suluh di Dlimas, Komunitas Sanggar Lare Mentes, dan Radio Komunitas Lintas Merapi di Deles. Di Bandung ada Kelompok Tani Cipta Mandiri dan Paguyuban Ajen Sunda Seja Raharja (PASSER).

Dalam pameran ini seluruh karya dan dokumentasi dari kerja kreatif ke-8 komunitas ini akan dipresentasikan. Adapun materi yang akan dipamerkan antara lain karya instalasi dari Padepokan Kyai Suluh, dua gerobak dan signage dari Sanggar Anak Kampung Indonesia, lampion dari Komunitas Ledok Code, Instalasi dokumentasi foto dari dua komunitas di Bandung, Foto-foto hasil workshop dari komunitas GPP08 Yogyakarta.

Dokumentasi foto proses pembuatan prototype dan festival di Jogjakarta dan Klaten akan menghadirkan karya fotografer Kusumo Bagoriawan. Selain itu seluruh proses ini akan dipamerkan dalam bentuk foto dokumentasi dan film dokumenter. Pada acara penutupan pameran akan dipentaskan teater berbahasa jawa dari Komunitas TEater Sego Gurih yang menghadirkan lakon “Pogeng.”

Menurut Ranggoaini Jahja, lebih dari sekedar apa yang tersajikan di Jogja Gallery, seluruh inisiatif di atas terus berlanjut dan mendorong warga untuk bergerak, baik untuk membangun kemandirian ekonomi maupun mengekspresikan aspirasi budaya dan politik.

Pameran ini bertujuan untuk memberikan tawaran bagi publik bahwa pendekatan kreatif yang dilakukan oleh komunitas sangat efektif untuk melakukan perubahan di tingkat lokal. Pameran ini seluruhnya diselenggarakan oleh Center for Civic Engagement and Studies, sebuah organisasi sipil yang berada di Jogjakarta.

back to top