Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Menurunnya wanita di level manajemen senior di perusahaan Indonesia

ceoworld.biz ceoworld.biz

KoPi| Grant Thornton International Business Report (IBR) melaporkan hasil risetnya tentang proporsi kepemimpinan wanita di perusahaan Indonesia yang mengalami penurunan tajam. Dalam laporan tertulisnya, 5 Maret 2015, IBR memaparkan penurunan itu hingga di bawah rata-rata global (22%). Sementara di negara Asia Pasifik mencapai 23% menyentuh catatan rendah terbaru 20% setelah tahun lalu sebesar 41%.

Partisipasi wanita Indonesia di level manajemen senior berada di bawah Thailand (27%), Singapura (23%), dan Malaysia (22%), negara-negara ASEAN yang disurvey, dan hanya berada sedikit di atas Selandia Baru (19%) dan India (15%) di kawasan Asia Pasifik. 

Situasi ini bertolak belakang dengan hasil riset di tahun lalu, di mana proporsi wanita Indonesia di level manajemen puncak adalah yang tertinggi di antara negara-negara tetangga.  

Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia, mengatakan: “Negara-negara berkembang di kawasan Asia Pasifik secara historis mendapatkan banyak manfaat dari infrastuktur murah dalam hal perawatan anak, di mana sanak saudara tinggal berdekatan. Hal ini memungkinkan lebih banyak wanita untuk pergi bekerja.  Namun demikian, serupa dengan Jepang dan India, budaya di Indonesia sangat kuat sekali dipengaruhi oleh struktur masyarakat yang sarat dengan hierarki dan dominan dalam patrilinealitas, yang menghambat wanita untuk dapat mencapai level jabatan yang lebih tinggi dalam dunia bisnis.

Argumen yang dikemukakan sejalan dengan temuan data.  Hasil riset IBR terbaru mengemukakan bahwa peran sebagai orang tua (41%), tekanan dan kewajiban lainnya dalam keluarga (41%), struktur yang tidak mendukung (31%), dan diskriminasi gender (24%) dipersepsikan sebagai faktor utama yang menghambat langkah kaum wanita untuk melenggang ke tingkatan manajemen senior di dalam organisasi.

Johanna menambahkan: “Kita sering mendengar perusahaan membicarakan mengenai wacana untuk mengusung kesetaraan gender dalam kurun waktu satu dekade terakhir ini. Tetapi sayangnya masih terlalu sedikit yang berani benar-benar melakukannya".  

"Di samping masalah moral mengenai kepastian kesempatan yang setara bagi semua gender, komposisi yang merata untuk lebih mewakilkan peranan antara peran pria dan wanita di level manajemen senior merupakan salah satu hal yang seharusnya menjadi prioritas dalam menjalankan bisnis.  

Bila suatu negara hanya menggunakan separuh dari sekompok orang berbakat yang dimiliki, maka dapat dipastikan bahwa potensi negara tersebut untuk bertumbuh akan terpangkas secara signifikan."

"Fluktuasi yang signifikan berdasarkan data dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa bisnis di kawasan ini adalah jauh dari homogen, tetapi partisipasi wanita dalam bisnis tersebut menurun dengan cepat dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, khususnya di Indonesia," Lanjut Johanna.

Johanna menegaskan: “Hal ini merupakan tantangan yang riil, tidak hanya bagi kalangan pebisnis, tetapi juga bagi pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.  Kita harus bekerja sama untuk menghadapi tantangan ini. Kita harus memulai dengan melakukan beberapa perubahan dalam cara memandang hidup dan bekerja.  Sebagai contoh, kita bisa mulai berhenti menghambat wanita untuk mencapai kualitas hidup dan pekerjaan dalam standar yang lebih tinggi."  

"Pemerintah dapat memberikan dukungan melalui pemberian mandat terkait dengan kuota wanita di jajaran manajemen puncak perusahaan.  Masyarakat harus menantang ketidaksetaraan gender  Dan dunia bisnis sudah seharusnya membentuk komitmen di level manajemen puncak untuk mendukung lahirnya lebih banyak pemimpin wanita." Demikian rekomendasi saran Johana dari IBR.|

back to top