Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Menggali ide novel lewat pengalaman pribadi

Foto: Peserta Workshop Menulis Novel Angkatan 1 FAM Indonesia berfoto bersama di kantor FAM Indonesia, Pare, Kediri, Selasa (10/6). (Foto: IST.) Foto: Peserta Workshop Menulis Novel Angkatan 1 FAM Indonesia berfoto bersama di kantor FAM Indonesia, Pare, Kediri, Selasa (10/6). (Foto: IST.)
WORKSHOP MENULIS NOVEL FAM INDONESIA

Kediri-KoPi- Novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” (2014) karya Aliya Nurlela diluncurkan di kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Pare, Kediri, Selasa (10/6) kemarin. Novel itu diluncurkan Ketum FAM Indonesia, Muhammad Subhan, di hadapan utusan pelajar, mahasiswa dan guru yang datang dari beberapa kota di Jawa Timur.

Peluncuran novel setebal 505 halaman dan berlatar Tanah Pasundan (Jawa Barat) itu, menandai dibukanya Workshop Menulis Novel Angkatan 1 FAM Indonesia. Workshop itu akan secara rutin digelar FAM Indonesia dalam rangka memberikan bimbingan kepenulisan novel, khususnya bagi pemula.

Tampil sebagai narasumber Muhammad Subhan yang juga penulis novel “Rinai Kabut Singgalang” (2011). Dalam materinya “Menggali Ide Novel Lewat Pengalaman Pribadi”, dijelaskan bahwa pengalaman pribadi seorang penulis adalah modal dasar yang cukup bagus dikembangkan dalam menggarap sebuah novel.

“Ingat-ulang kembali segala peristiwa di masa kecil, ramu dengan bumbu kreativitas, dramatisir konflik dan tokoh-tokohnya,” kata Muhammad Subhan.

Menurutnya, dalam kehidupan pribadi seseorang menyimpan banyak sekali kenangan dengan segala macam suka dan dukanya. Maka, sebelum menceritakan orang lain, alangkah baiknya bagi penulis (pemula) menjemput realitas kehidupan pribadinya dan menjadikannya sebagai realitas sastra (novel).

“Nanti, jika sudah benar-benar mahir, baru garap ide-ide kreatif lainnya, terutama ide-ide yang diangkat dari realitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat dan ditulis dengan lebih kritis,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga berbagi kiat tentang modal lainnya yang harus dimiliki seorang pemula yang ingin menulis novel, yaitu dengan cara banyak membaca novel-novel karya penulis ternama. 

Dia merekomendasikan novel-novel terjemahan dari bahasa asing untuk dibaca, di samping novel-novel yang ditulis oleh pengarang-pengarang dalam negeri.

“Dengan banyak membaca novel-novel itu, akan sangat memudahkan penulis pemula melahirkan novel perdananya,” ujar Muhammad Subhan.

Soal menggali ide dari pengalaman pribadi, dia mencontohkan novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” karya Aliya Nurlela yang juga berangkat dari pengalaman pribadi si penulis. Novel itu secara cerdas ditulis, bukan saja mengungkap kehidupan yang “indah-indah”, tetapi juga menceritakan sisi lain dari masa kecil dan kehidupan remaja si penulis.

“Adegan dan konflik ceritanya hidup, mengalir, dan banyak pesan-pesan inspiratif yang terkandung di dalam novel itu,” tambahnya.

Workshop Menulis Novel Angkatan 1 diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Milad ke-2 FAM Indonesia. Seharusnya, gebyar Milad FAM Indonesia dirayakan pada tanggal 2 Maret 2014 lalu, namun pasca erupsi gunung Kelud menyebabkan kondisi kantor FAM Indonesia belum cukup repersentatif mengadakan sebuah kegiatan akbar.

“Alhamdulillah, sekarang kondisi Kelud sudah normal, begitupun Pare, kotanya telah hidup kembali dengan berbagai aktivitas masyarakat,” kata Aliya Nurlela, yang juga Sekjen FAM Indonesia. (rel)

 

back to top