Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

”KOTAKUKOTAKITA” Surabaya dalam proyeksi seni visual

”KOTAKUKOTAKITA” Surabaya dalam proyeksi seni visual

(Surabaya, 4 Mei 2017) Dengan keinginan mendorong generasi muda untuk lebih mengenal kota Surabaya, serta memicu kreatifitas mahasiswa untuk meghasilkan sebuah karya yang memberi manfaat, dan diapresiasi oleh masyarakat luas, House of Sampoerna (HoS) dan DKV UK Petra kembali bekerjasama menggelar pameran Seni Visual yang bertajuk “KOTAKUKOTAKITA” yang diselenggarakan di Galeri HoS mulai tanggal 5 Mei hingga 3 Juni 2017 mendatang.

Pameran yang juga diselenggarakan sebagai respon dari civitas akademika untuk kota Surabaya yang memperingati hari jadi yang ke-724, serta sebagai ungkapan rasa syukur dan kecintaan pada kota Surabaya, dosen dan mahasiswa UK Petra menghadirkan 30 karya seni visual meliputi lukis, grafis, ilustrasi, instalasi, video, dsb, yang menggambarkan dinamika kota Surabaya yang memberi ruang kepada semua warganya untuk berkontribusi dan kemajuan kotanya.

Topik yang diangkat dapat dibagi menjadi beberapa kelompok subtema: Ragam
Permasalahan Kota, Impresi & Apresiasi Warga Surabaya, Kondisi Masyarakat, serta Yang Tak Terpantau, yang kesemuanya dikemas secara apik dan unik.

Bisa dilihat dari karya “SUBO” dari Aristarchus Pranayama (mahasiswa) yang menginterpretasikan ulang legenda Surabaya, dua entitas "Sura" dan "Baya", sebagai simbol penyatuan menuju kebhinekaan dan harapan akan Surabaya dimasa mendatang.

Sedangkan Andrian Dektisa Hagijanto (dosen atau mahasiswa? Sebutkan juga untuk yang lainnya) menampilkan karya digital imaging berjudul “Semanggi Suroboyo” makanan khas Surabaya. Berbeda dengan dua temannya Daniel Kurniawan memilih tema “Distorted Surabaya” untuk menampilkan dinamika Surabaya.

Tak kalah menarik, karya Kolaborasi dari Cindy Muljosumarto – Hartaman Satrio dengan judul “KOTAKITA” menampilkan transformasi Surabaya menuju kotakotak /ko·tak-ko·tak/ metropolis modern yang berbaur dengan ikon-ikon kota Surabaya yang digambarkan melalui karya instalasi interaktif dari barang bekas berbentuk dasar kotak yang dapat ditemui di keseharian.

Karya-karya yang ditampilkan bukan sekedar materi pameran, namun merupakan tugas kuliah mahasiswa, obyek penelitian para dosen, bahkan sebagian merupakan program pengabdian kepada masyarakat sebagaimana karya “Keber PKL: A Creative Contribution to Surabaya (Service Learning Mata Kuliah Tipografi 2)” yang dikerjakan oleh Maria Nala Damajanti, Elisabeth Christine Yuwono, Ferry Harjanto, Pauline Yosephine.

“Penyelenggaraan pameran KOTAKUKOTAKITA ini diharapkan bisa menjadi wujud ekspresi, apresiasi dan kebanggaan kami atas kota Surabaya, tetapi juga sebagai kritik, maupun doa agar Surabaya terus bertumbuh, terutama dalam membangun masyarakat dengan karakteristik yang unik melalui seni dan budaya”, ujar Rebecca Milka Koordinator pameran.

back to top