Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II

Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II

KoPi| Indonesia adalah surga satwa liar termasuk burung dan menurut Birdlife International, Indonesia memiliki 1615 jenis burung sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara terkaya keempat di dunia akan jumlah jenis burung setelah Kolombia, Peru dan Brazil.

Dari jumlah tersebut, 419 jenis di antaranya tidak terdapat di negara lain di dunia, hanya ada di Indonesia (jenis endemik Indonesia). Meski demikian, Indonesia memiliki 132 jenis burung yang terancam punah antara lain karena hilangnya habitat dan penangkapan satwa untuk diperdagangkan.

Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk menekan laju kepunahan burung, antara lain dengan menjaga habitat, restorasi habitat, penyebarluasan informasi serta melakukan pertukaran informasi tentang upaya pelestarian burung di alam.

Salah satu wadah kegiatan untuk pertukaran informasi yaitu dengan menyelenggarakan Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung untuk upaya konservasi burung di Indonesia. Konferensi ini adalah konferensi kedua setelah sebelumnya dilakukan di Bogor pada tahun 2015.

Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II mengusung tema "Pelestarian Burung untuk Keseimbangan Ekosistem". Tujuan dari konferensi ini ialah untuk mengembangan ilmu pengetahuan tentang burung (ornitologi) di Indonesia dalam melestarikan burung untuk keseimbangan ekosistem.

Dengan semakin meluasnya informasi dan berkembanganya pengetahuan tentang burung di Indonesia diharapkan semakin tinggi kesadaran lingkungan dan upaya perlindungan burung di alam.

Konferensi ini akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 Februari 2016 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan diselenggarakan oleh Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta bekerjasama dengan Paguyuban Pengamat Burung Jogyakarta, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Institut Pertanian Bogor, Burung Indonesia, P2B-LIPI, Raptor Indonesia (RAIN), Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN), Indonesian Ornithologists' Union, Indonesia Hornbill Conservation Society (IHCS), Departemen Biologi Fakultas MIPA Universitas Padjajaran, dan Burung Nusantara.

back to top