Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II

Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II

KoPi| Indonesia adalah surga satwa liar termasuk burung dan menurut Birdlife International, Indonesia memiliki 1615 jenis burung sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara terkaya keempat di dunia akan jumlah jenis burung setelah Kolombia, Peru dan Brazil.

Dari jumlah tersebut, 419 jenis di antaranya tidak terdapat di negara lain di dunia, hanya ada di Indonesia (jenis endemik Indonesia). Meski demikian, Indonesia memiliki 132 jenis burung yang terancam punah antara lain karena hilangnya habitat dan penangkapan satwa untuk diperdagangkan.

Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk menekan laju kepunahan burung, antara lain dengan menjaga habitat, restorasi habitat, penyebarluasan informasi serta melakukan pertukaran informasi tentang upaya pelestarian burung di alam.

Salah satu wadah kegiatan untuk pertukaran informasi yaitu dengan menyelenggarakan Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung untuk upaya konservasi burung di Indonesia. Konferensi ini adalah konferensi kedua setelah sebelumnya dilakukan di Bogor pada tahun 2015.

Konferensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II mengusung tema "Pelestarian Burung untuk Keseimbangan Ekosistem". Tujuan dari konferensi ini ialah untuk mengembangan ilmu pengetahuan tentang burung (ornitologi) di Indonesia dalam melestarikan burung untuk keseimbangan ekosistem.

Dengan semakin meluasnya informasi dan berkembanganya pengetahuan tentang burung di Indonesia diharapkan semakin tinggi kesadaran lingkungan dan upaya perlindungan burung di alam.

Konferensi ini akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 Februari 2016 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan diselenggarakan oleh Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta bekerjasama dengan Paguyuban Pengamat Burung Jogyakarta, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Institut Pertanian Bogor, Burung Indonesia, P2B-LIPI, Raptor Indonesia (RAIN), Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN), Indonesian Ornithologists' Union, Indonesia Hornbill Conservation Society (IHCS), Departemen Biologi Fakultas MIPA Universitas Padjajaran, dan Burung Nusantara.

back to top