Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Konferensi Hak Disabilitas dan Pendidikan Islam Featured

Konferensi Hak Disabilitas dan Pendidikan Islam
Jogja-KoPI| Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Australian Chatolic University menyelenggarakan Konferensi Internasional mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas, Pendidikan Inklusif dan Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia pada 21-22 Mei 2015. Acara ini didukung oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
 
Kepala Bagian Politik dan Ekonomi Kedutaan Besar Australia, Dr Bradley Armstrong, mengatakan yakin bahwa nilai-nilai Islam, yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan kesetaraan, berpotensi besar untuk meningkatkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.
 
“Kerjasama Australia dan Indonesia ini merupakan bentuk nyata komitmen kita bersama untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, sejalan dengan Konvensi PBB mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas yang telah diratifikasi oleh kedua negara,” jelas Bradley.
 
Konferensi tersebut didanai oleh Australia Indonesia Partnership for Justice, sebuah proyek Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bappenas) yang bertujuan mewujudkan hak-hak dasar dan memberantas korupsi di Indonesia.
 
back to top