Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Karawitan Orkestra di Concert Hall TBY

Karawitan Orkestra di Concert Hall TBY

Siaran Pers

Yogya-KoPi-Sebagai salah satu upaya pelestarian dan pengembangan seni karawitan, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan melangsungkan Gelar Karawitan Orkestra pada  Jumat (9/5) mulai pukul 19.30 bertempat di Concert Hall TBY.

Pagelaran ini diikuti oleh 5 kelompok dari 5 kabupaten/kota di Yogyakarta. Kemudian, yang menjadi keunikan dari pegelaran ini, setiap kelompok dipimpin oleh 5 komposer muda asal Yogyakarta. Untuk kelompok Aji Saka dipimpin oleh Roni A Wahyudi dari Wonosari, Bergada Menoreh dipimpin Mujiyanto dari Kulon Progo dan Gumalanging Tekad dipimpin Fajar Cothiet asal Sleman. Selengkapnya Tirta Kencana dipimpin Saryanto dari Bantul dan Carajawen dipimpin Anon Suneka dari Kota Yogyakarta.

Menurut Pardiman Djojonegoro, selaku direktur produksi acara ini, saat ini masih banyak masyarakat di Yogyakarta yang sudah bisa menabuh alat kesenian karawitan dengan terampil baik dari tingkat pendidikan SMP, SMA, mahasiswa hingga orang tua. Namun, mereka msasih tidak mengetahui makna dan belum bisa menjiwai karakter dari alat yang ditabuh tersebut. Selain terampil, sejatinya penabuh kesenian karawitan harus bisa memaknai dan mengenal karakter dari alat tersebut. Hal itu dilakukan, agar mereka bisa memainkannya dengan sepenuh hati, sehingga alunan musik karawitan lebih hidup.

Pardiman menambahkan, pagelaran diikuti oleh 150 orang terdiri dari pelajar tingkat TK hingga SMA untuk menabuh dan beberapa mahasiswa
bertugas sebagai pendukung tim. Melibatkan pelajar khususnya tingkat SD dan SMP, karena pagelaran sebagai ajang pengenalan kesenian
tradisional yang mana sebagai budaya asli Indonesia.

"Saat ini Negara Indonesia banyak dimasuki budaya-budaya asing. Maka dari itu, ajang ini kita jadikan sebagai alat pelestarian budaya, agar
tidak hilang. Kemudian, pagelaran karawitan ini tidak bersifat kompetisi, tetapi saling menunjukan seberapa besar penjiwaan masing-masing tim dalam memainkan alat-alat tersebut,"papar Kepala Taman Budaya Yogyakarta Diah Tutuko Suryandaru.

"TBY melalui acara pagelaran ini berharap bisa dijadikan ajang pembelajaran dan pelestarian seni tradisional karawitan di Yogyakarta, bagi generasi muda Indonesia khususnya di Yogyakarta. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis," tandas Diah Tutuko. (*)

back to top