Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Inklusi Dari Desa: Galang Apresiasi, Gagas Inovasi dan Bangun Misi

HuffingtonPost HuffingtonPost

Yogyakarta-KoPi| Difabel People’s Organization dan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Konsorsium Jogja Inklusi menyelenggarakan peringatan hari difabel Internasional pada 19 sampai dengan 21 Desember 2014 di Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman. Organisasi yang ikut terlibat dalam Temu Inklusi ini  di antaranya Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB),  Karina Kas Karitas Indonesia, Center for Improving Living for People with Disabilities (CIQAL),  Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA),  COMBINE, UCP- Roda untuk Kemanusiaan (RUK), Handicap Internasional, PKBI DIY, Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI Yogyakarta),YAKKUM, dan Joglo Abang. Konsorsium Jogja Inklusi bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sendangtirto Berbah,  PNPM Peduli, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan.

“Temu Inklusi” ini menjadi  wadah bertemunya pegiat-pegiat inklusi. Forum ini akan menjadi ajang bagi perayaan, pembelajaran, serta mimpi tentang bagaimana perwujudan hak Difabel akan menjadi lebih baik, dan inklusi menjadi lebih nyata. Selain itu, Temu Inklusi 2014 diharapkan dapat menjadi medium bagi pergerakan Difabel untuk melakukan refleksi dan menentukan arah dan agenda gerakan, terutama dengan mempertimbangkan peluang dan tantangan saat ini. Desa, dalam Temu Inklusi 2014 dipilih sebagai tempat dan tema kegiatan dengan sebuah harapan dan mimpi bahwa dengan membangun inklusi dari Desa, maka keberhasilan-keberhasilan kecil akan muncul untuk selanjutnya berpengaruh pada perubahan menuju inklusi di level yang lebih tinggi (kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional).

Acara ini akan melibatkan difabel dan pegiat difabel di Yogyakarta maupun nasional juga mengajak organisasi masyarakat sipil yang perhatian terhadap kaum tertindas. Selain itu, sebagai bentuk semangat desa inklusi maka masyarakat desa Sendangtirto Berbah juga turut terlibat dalam kegiatan ini.  Keterlibatan masyarakat secara inklusif tidak jauh dari tujuan diadakannya “Temu Inklusi 2014” ini yaitu adanya sebuah wadah berbagi pengalaman, sumberdaya dan jejaring antara organisasi-organisasi difabel, maupun organisasi-organisasi masyarakat sipil, non-pemerintah, serta lembaga pemerintah yang mempunyai kerja terkait isu Difabel. Kegiatan Temu Inklusi ini nantinya akan merekomendasikan konsep dan mempromosikan ide dan implementasi “desa inklusi” sebagai inklusi difabel dari desa.

back to top