Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

House of Sampoerna: Jalan Panjang Pers di Indonesia

House of Sampoerna: Jalan Panjang Pers di Indonesia

Rangkaian peristiwa dibalik sajian berita Keberadaan pers di Indonesia mempunyai peran penting mengawal sejarah perkembangan bangsa sejak kemunculan surat kabar berbahasa Jawa pertama, Bromartani, di Nusantara pada tahun 1855, hingga memasuki masa pergerakan nasional dengan banyaknya surat kabar yang menyuarakan nasionalisme para kaum terpelajar untuk merdeka dari kolonialisme. Pembredelan dan sensor ketat dari rezim yang berkuasa pun telah berulangkali dihadapi sejak masa pemerintahan kolonial.

Di Surabaya, perkembangan dunia pers diawali dengan kemunculan Soerabajasch Advertentieblad, koran iklan pertama berbahasa Belanda yang terbit pada 1836. Penggunaan bahasa Melayu pada surat kabar ditandai dengan terbitnya Soerat Kabar Bahasa Melajoe, yang mendobrak batasan eksklusifisme pembaca berita. Insan pers Surabaya di masa kemerdekaan pun berperan dalam penyebar luasan berita proklamasi Indonesia, peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato, serta peristiwa pertempuran 10 November 1945.

Untuk menambah wawasan masyarakat mengenai sejarah pers di Indonesia dan perkembangannya, House of Sampoerna (HoS) menggelar pameran museum dan tur SHT dengan tema “Jalan Panjang Pers di Indonesia” pada tanggal 14 Februari – 30 Maret 2017.

Museum Exhibition – Pers dari Masa ke Masa Bekerjasama dengan Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, STIKOSA-AWS, Panjebar Semangat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur serta beberapa kolektor seperti Erwin Dian Rosyidi, Henky Kurniadi dan Nanang Purwono, Museum HoS mengangkat dinamika dunia pers melalui lebih dari 20 koleksi terkait dunia jurnalistik, seperti koleksi koran dengan ciri khas berita sesuai dengan eranya, seperti koran dari masa Hindia Belanda Javasche Courant, Tjahaja Hindia dan De Bedrijfsgids yang berfungsi sebagai informasi arus perekonomian Hindia Belanda dan Eropa.

Sedangkan pada masa pemerintahan Jepang, surat kabar mengalami sensor ketat dan merupakan media propaganda yang bertujuan memenangkan hati masyarakat Indonesia. Namun saat Jepang mengalami kekalahan, pers memiliki peran penting bagi masyarakat Indonesia dalam menginformasikan berita tentang kekalahan Jepang ini hingga berita tentang kemerdekaan Indonesia.

Terdapat pula majalah berbahasa Jawa ‘Panjebar Semangat’ salah satu media perjuangan kemerdekaan Indonesia yang masih bertahan hingga kini, serta berbagai foto koleksi IPPHOS kantor berita foto pertama di Indonesia dan Disperpusip Provinsi Jawa Timur yang menvisualisasikan kehidupan jurnalis di era kemerdekaan, serta foto dokumentasi kegiatan pewartaan. Koleksi lain yang ditampilkan berupa kamera, alat afdruk foto, serta profil tokoh-tokoh dunia pers Indonesai akan melengkapi kisah perjalanan pers dari masa ke masa di Indonesia.
Semangat para insan pers di belakang meja dan di balik kamera telah menjadi agen utama yang menghubungkan mata rantai informasi dari tempat kejadian peristiwa kepada khalayak luas Indonesia.

Tokoh-tokoh penting seperti Adam Malik, Alex Mendur, Frans Mendur, BM Diah, SK Trimurti telah membentuk dunia pers di Indonesia memiliki sejarah panjang yang menarik di setiap masanya.

Surabaya Heritage Track (SHT) – Kabar dari Surabaya Melalui program tematik tur SHT ini trackers diajak untuk mengenal perjalanan pers Nasional dan Surabaya dari masa ke masa, serta seluk-beluk pengolahan berita di belakang meja redaksi dengan berkunjung ke kantor redaksi Radar Surabaya dan kantor redaksi Panjebar Semangat.

Tur tematik SHT diselenggarakan pada periode-periode tertentu guna memperkenalkan sejarah Surabaya serta berbagai bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi. Tur SHT dapat dinikmati oleh wisatawan secara cuma-cuma. Melalui berbagai tur SHT, trackers tak hanya dapat menikmati berbagai bangunan cagar budaya, namun juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.

Tematik Tur : “Kabar dari Surabaya”

Jadwal Tur : Selasa s/d Kamis, 14 Februari – 30 Maret 2017 Waktu : 09:00 – 10:30 WIB

Rute

HoS – Radar Surabaya – Panjebar Semangat – HoS

Materi Cerita:

· Radar Surabaya

Sebelum menjadi besar seperti hari ini, Radar Surabaya diawali pada tahun 1976 di Surabaya sebagai koran umum dengan nama Suara Indonesia. Pada tahun 1988 Suara Indonesia bergabung dengan Jawa Pos Group, dan menjadi koran ekonomi. Munculnya arus politik yang hiruk-pikuk di tahun 1997, menyebabkan Suara Indonesia harus kembali berubah haluan menjadi koran umum, dan pada akhirnya berganti nama menjadi Radar Surabaya di tahun 2001 sebagai surat kabar yang mengkhususkan pada berita-berita regional hingga hari ini. Di kantor Radar Surabaya, trackers tidak hanya akan mendapat pengetahuan mengenai perjalanan Radar Surabaya, tapi juga pengetahuan tentang bagaimana suatu informasi diolah di belakang meja redaksi sebelum siap diterbitkan.

· Panjebar Semangat

Diterbitkan pertama kali pada September 1933, majalah Panjebar Semangat dicetuskan oleh dr. Soetomo, seorang dokter sekaligus pendiri dan penggerak utama organisasi Boedi Utomo. Dalam editorialnya yang berjudul “Toedjoean lan Kekarepan” (Tujuan dan Harapan), dr. Soetomo menjelaskan bahasa Indonesia masih jarang digunakan dalam pergaulan sehari-hari maupun rapat-rapat, apalagi di kalangan masyarakat kebanyakan.

Sebab itulah Panjebar Semangat menggunakan bahasa Jawa Ngoko agar tujuan mengedukasi kalangan rakyat biasa akan semangat pergerakan nasionalisme dapat tercapai. Di kantor Panjebar Semangat, trackers akan mendapat pengetahuan tentang bagaimana aktifitas di belakang meja redaksi majalah Panjebar Semangat, juga melihat kesibukkan percetakkan majalah yang dilakukan setiap hari Kamis.
– selesai –


Sejak berdiri di tahun 2003, House of Sampoerna (HoS), sebagai salah satu bentuk kepedulian PT HM Sampoerna Tbk. akan keberlanjutan seni dan budaya Indonesia, terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan seni, budaya, sejarah dan pariwisata melalui berbagai agenda kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai edukatif dan sosial bekerja sama dengan berbagai komunitas dan pemerintahan. Usaha keras HoS mendapat apresiasi dari Indonesia dan internasional dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan asing yang mencapai 205.490 orang di 2016, dan diraihnya berbagai penghargaan, salah satunya adalah ‘Top 10 Museum di Indonesia’ dari TripAdvisor sejak 2013 - 2016.
Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Rani Anggraini
Manager Museum & Marketing
Taman Sampoerna 6
Surabaya 60163
Tel.: 031 – 353 9000
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
www.houseofsampoerna.museum

back to top