Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Gus Ipul: Kualitas Bidan Perlu Terus Ditingkatkan

Gus Ipul: Kualitas Bidan Perlu Terus Ditingkatkan
Pasuruhan-KoPi| Kualitas bidan perlu terus ditingkatkan, terutama di bidang keterampilan dan penguasaan bahasa asing.
 
Hal tersebut bertujuan agar para bidan bisa membantu pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di daerah, dan juga agar peran mereka tidak tergeser oleh tenaga-tenaga kesehatan dari luar negeri.
 
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf, saat menghadiri Wisuda Angkatan VII Program Studi Diploma III Kebidanan Akademi Kebinan Sakinah Pasuruan, di Finna Golf Prigen Pasuruan, Rabu (20/9).
 
Menurutnya, peningkatan kualitas bidan menjadi salah satu program pemprov.  Caranya dengan melakukan pembinaan terhadap kualitas pendidikan di akademi kebidanan yang banyak tersebar di Jatim.
 
 Karena itu, atas apa yang telah dilakukan oleh Akademi Kebidanan (Akbid) Sakinah yang berada di bawah pengelolaan PP. Syamsul Arifin Kecamatan Kraton Kab. Pasuruan, pria yang dikenal dengan sapaan Gus Ipul itu menyatakan apresiasinya.
 
Pada kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan tiga pesan kepada para wisudawan. Pertama, agar mereka terus mengurus registrasi, karena masih banyak lulusan belum menyelesaikan registrasi. Padahal hal tersebut sangat diperlukan untuk membaktikan ilmunya di tengah masyarakat.
 
Kedua, para wisudawan hendaknya membantu pemerintah dalam pembangunan kesehatan di Jawa Timur. “Isi tempat-tempat kosong bidang kesehatan utamanya kebidanan,” pesannya. Hendaknya mereka bisa menyebar di seluruh pelosok di Jawa Timur.
 
Ketiga, hendaknya para wisudawan terus belajar mengikuti perkembangan teknologi agar tidak ketinggalan dan dapat berkompetisi di dunia kerja.
 
Sebelum mengakhiri sambutannya Wagub Jatim mengajak seluruh pimpinan dan pengurus pondok  terus bekerja keras untuk meraih akreditasi yang lebih tinggi sesuai dengan permintaan pasar.
    
Sementara itu Pengasuh PP. Syamsul Arifin, KH. Syaifulah Damanhuri mengatakan bahwa Akbid Sakinah terus membuktikan eksistensinya dalam memberikan pendidikan di bidang kebidanan.  Salah satu bukti, kini Akbid Sakinah mendapatkan atensi dan tempat terbaik di mata pemerintah daerah, stakeholder dan mahasiswa.
 
Di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Syamsul Arifin, Akbid Sakinah menjadi pelopor pendidikan tinggi kebidanan yang berbasis pesantren di Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini telah meluluskan ribuan mahasiswi yang tersebar ke berbagai daerah. Pada periode ketujuh tahun ini berhasil meluluskan 111 mahasiswinya. 
 
Melalui visi “Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Penyelenggara Pendidikan Tenaga Kebidanan Vokasional yang Unggul dan Berkarakter” Akbid Sakinah mengemban tiga misi mulia. Pertama, menyelenggarakan pendidikan ilmu kesehatan dengan melakukan perbaikan tata kelola, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing yang berkelanjutan.
 
Kedua, melaksanakan pembelajaran berbasis kompetensi, mengedepankan etika kebidanan dan menerapkan sikap ilmiah peradapan. Ketiga, menyelenggarakan penelitian dan pengabdian masyarakat yang kreatif dan inovatif untuk menunjang pengembangan SDM, sarana, prasarana serta kerja sama. 
 
Program pembelajaran yang diterapkan secara akademi ditempuh selama 6 semester dengan beban 120 SKS. Dengan kerja keras dan profesional dalam pendidikan, Akbid Sakinah berhasil meraih akreditasi dari BAN-PT dengan Nomor 013/BAN-PT/Ak-XL/Dpl-III/IX/2011. (humaspemprov/dw).
 
Surabaya, 20 September  2017
KEPALA BIRO HUMAS DAN PROTOKOL
ttd
Drs. Benny Sampirwanto, M.Si.
NIP. 19650718 199003 1 005
 
back to top