Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Gebyar Akhir Tahun, FAM Indonesia luncurkan 60 buku

DILUNCURKAN – Salah satu buku karya anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang diluncurkan di kantor FAM, Pare, Kediri, beberapa waktu lalu. Akhir tahun 2016 mendatang, FAM Indonesia akan meluncurkan 60 buku dari 60 penulis se-Indonesia. (Foto: IST.) DILUNCURKAN – Salah satu buku karya anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang diluncurkan di kantor FAM, Pare, Kediri, beberapa waktu lalu. Akhir tahun 2016 mendatang, FAM Indonesia akan meluncurkan 60 buku dari 60 penulis se-Indonesia. (Foto: IST.)

Pare-KoPi| Di penghujung tahun 2016 mendatang, enam bulan lagi, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia akan meluncurkan 60 buku dari 60 penulis Indonesia.

Buku-buku itu ditulis berbagai penulis dengan lintas profesi, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, dosen, wartawan, maupun masyarakat umum lainnya.

Tidak hanya itu, buku-buku tersebut diterbitkan berbagai penerbit di Tanah Air, termasuk FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Kegiatan bertajuk “Program Literasi Akhir Tahun dan Gebyar Lauching 60 Buku” itu, merupakan agenda FAM Indonesia sebagai komunitas penulis yang konsen mengajak masyarakat peduli literasi.

“Lokasi peluncuran dipusatkan di satu kota, dan saat ini sedang pengumpulan buku-buku yang akan diluncurkan, sekaligus dibazaarkan,” kata Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia melalui siaran pers, Kamis (23/6).

Dia menyebutkan bahwa buku-buku yang diluncurkan tersebut dalam rangka memperkenalkan lebih luas karya-karya anak bangsa berupa buku.

“Pantauan FAM Indonesia, minat menulis masyarakat Indonesia sangat tinggi, dan itu perlu diapresiasi dan FAM Indonesia membantu mempromosikannya,” jelas Aliya Nurlela yang juga penulis sejumlah buku.

Menurut Aliya, buku-buku yang akan diluncurkan itu terdiri dari berbagai genre, baik fiksi maupun non fiksi. Namun, sampai saat ini, buku-buku yang dikirim penulis didominasi buku-buku fiksi, di antaranya novel, kumpulan cerpen dan kumpulan puisi.

“Bagi penulis lainnya yang ingin berpartisipasi mengirim buku karya mereka untuk meramaikan kegiatan ini dapat meminta informasi ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.,” tambahnya.

Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia merupakan organisasi kepenulisan nasional yang berdiri pada tanggal 2 Maret 2012, berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur. Saat ini FAM Indonesia memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai kota.

“FAM Indonesia bertujuan menyebarkan semangat cinta menulis di kalangan generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar, SLTP, SLTA, mahasiswa, dan kalangan umum lainnya,” jelas Aliya Nurlela. (rel)

back to top