Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

“Forgiveness and Reconciliation: Considering the Indonesian Future”

“Forgiveness and Reconciliation: Considering the Indonesian Future”

Jogja-KoPi| Unit Matakuliah Pengembangan Kepribadian Universitas Atma Jaya Yogyakarta (MPK-UAJY) akan menyelenggarakan seminar dengan topik, “Forgiveness and Reconciliation: Considering the Indonesian Future” yang diselenggarakan pada Rabu, 16 Maret 2016 di Auditorium Lantai IV, Gedung Teresa, Kampus IV UAJY. Sebagai pembicara adalah Prof. Bernard Adeney Rissakota dan Dr. Baskara T. Wardaya, SJ. Sedangkan Dr. Arum Yudarwati bertindak sebagai Moderator.

Seminar ini dilatarbelakangi oleh masalah-masalah kekerasan negara di Indonesia masa lalu seperti G 30 S, Tanjung Priok, Semanggi I dan II, Mei 1998, Papua, Maluku, Poso, dan lain sebagainya yang secara terus menerus masih dipersoalkan oleh para aktifis HAM dan para korban beserta keluarganya.

Sementara itu, harus diakui bahwa sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum mampu menyelesaiakannya karena pelbagai persoalan yang terlibat di dalamnya. Melalui seminar ini akan didiskusikan pentingnya aspek “forgiveness” dan “reconciliation” sebagai dua tindakan yang saling berkaitan.

Reconciliation mengandalkan adanya forgiveness. Sebaliknya, forgiveness tanpa ditindaklanjuti oleh reconciliation akan hampa. Melalui seminar ini juga diharapkan akan muncul ide-ide yang konkrit dan relevan bagi penyelesaian masalah-masalah kekerasan negara di masa lalu.

Dalam seminar ini sekaligus akan dilakukan launching buku “Forgiveness of the Powerless” karya Dr. Agus Tridiatno, MA (alumnus program studi International Indonesian Concortium for Religious Studies (ICSR).

back to top