Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

DPR RI minta Australia selesaikan pencemaran Laut Timor

foto:e-tvberita.com foto:e-tvberita.com

Kupang -KoPi| Ketua Komisi V DPR-RI Fahri Djemi Francys meminta Perdana Menteri Australia Tony Abbott segera menyelesaikan kasus tumpahnya minyak di Laut Timor akibat meledaknya anjungan minyak Montara pada 21 Agustus 2009.

"Selama ini sudah ada kajian dan fakta dari Kementerian Perhubungan Indonesia bahwa tumpahan minyak tersebut telah merugikan masyarakat yang berada di pesisir kepulauan Nusa Tenggara Timur," katanya Kamis.

Ia menjelaskan akibat meledak anjungan tersebut mengakibatkan minyak Montara mengalir ke wilayah perairan NTT yang menimbulkan banyaknya penyakit aneh yang dialami masyarakat yang tidak pernah dialami sebelumnya.

Menurut politisi dari F-Gerindra itu, PM Australia Tony Abbott seharusnya lebih memperhatikan masalah tumpahan minyak tersebut dari pada mempermasalahakan dan memberikan ancaman kepada Indonesia menyusul akan dilakukannya eksekusi hukuman mati bagi dua orang warga Australia yang terlibat dalam kasus narkoba.

"Hal yang harus diperhatikan oleh Tony Abbott saat ini adalah bagaimana menganti rugi kepada masyarakat NTT, khususnya para nelayan yang telah menjadikan Laut Timor sebagai ladang kehidupan serta para petani rumput laut yang telah menggantungkan hidupnya pada komoditas emas hijau tersebut," ujarnya.

Francys mengatakan sebagian besar wilayah perairan pesisir di kepulauan Nusa Tenggara Timur, seperti Pulau Timor bagian barat, Pulau Rote Ndao, Sabu, Sumba, Alor, Flores Timur dan Lembata, sudah tercemar minyak mentah akibat meledaknya anjungan minyak Montara itu.

"Hasil tangkapan para nelayan dari Laut Timor turun drastis dalam lima tahun terakhir, demikian pun halnya bagi para petani rumput laut. Wilayah perairan budidaya emas hijau itu sudah tercemar minyak, sehingga membuatpara petani kita harus gigit jari," katanya.

Sementara itu, politisi dari F-Nasional Demokrat DPR-RI Victor Bungtilu Laiskodat yang dihubungi secara terpisah mengatakan Indonesia seharusnya berani menuntut Australia dan operator anjungan minyak Montara untuk mempertanggung jawabkan tragedi memilukan di Laut Timor itu.

"Indonesia seharusnya menunjukkan bukti kerugian material yang dialamai para petani rumput laut di pesisir kepulauan Nusa Tenggara Timur kepada Australia untuk mengambil langkah-langkah penanggulangannya,"katanya.

Menurut dia, para ahli kelautan dari Indonesia perlu melakukan peniltian khusus terhadap masalah itu sebagai dasar hukum untuk menggugat Australia di pengadilan internasional.
"Para ahli kita juga tidak mau ambil pusing dengan masalah itu, sehingga Australia juga tidak mau ambil pusing untuk proses ganti rugi," katanya.

Selama ini, hanya Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) pimpinan Ferdi Tanoni yang terus menggelorakan perjuangan dalam membela hak-hak masyarakat kecil terkait dengan kasus pencemaran Laut Timor.

Sebelumnya pada Jumat (20/2) pekan lalu pengacara YPTB Greg Phelps  mengatakan Media Australia sedang menyoroti kepemimpinan PM Tony Abbott sebagai kepala pemerintahan federal negeri Kanguru soal tanggungjawabnya dalam menyelesaikan petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada Agustus 2009 yang sampai sekarang masih terus juga ditutup-tutupi.

"Media Australia tidak hanya mengeritik Tony Abbott soal pencemaran di Laut Timor tersebut, juga mendesak Jakarta agar tidak membisu dalam menyuarakan kasus tersebut, karena dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat pesisir di kepulauan Nusa Tenggara Timur," katanya.|Leo|YPTB

back to top