Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Dorodjatun: Pencemaran Laut Timor Merupakan Masalah Bangsa

Foto:Ferdi Tanoni-Dorodjatun Kuntjoro-Jakti Foto:Ferdi Tanoni-Dorodjatun Kuntjoro-Jakti

"Kasus Petaka Tumpahan Minyak Montara 2009 di Laut Timor yang telah mengorbankan ribuan masyarakat Nusa Tenggara Timur itu bukan hanya merupakan masalah Peduli Timor Barat dan rakyat serta Pemerintah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tetapi merupakan masalah bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia." Demikian pernyataan Profesor (emiritus) Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Ph.D ini sebagaimana yang disampaikan Ketua Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni kepada wartawan di Kupang, Rabu (11/01).

Menurut Ferdi Tanoni, "Pada hari Senin tanggal 9 Januari 2017 saya didamping Pak Frans Padak Demon menemui Profesor (emiritus) Dorodjatun Kuntjoro-Jakti,PhD di Jakarta dan dalam pertemuan itu kami menyinggung soal Kasus Petaka Pencemaran Laut Timor yang sudah berjalan tujuh tahun lebih namun belum juga tuntas urusan nya, sementara ribuan masyarakat korban di NTT terus menderita."

Dalam pertemuan dengan mantan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Amerika Serikat yang akrab disapa dengan nama Pak Djatun tersebut lanjut Tanoni,beliau menyatakan bahwa "Petaka Montara 2009 di Laut Timor ini seharusnya dijadikan sebuah Yurisprudensi bagi bangsa ini,guna mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari mengingat begitu banyak anjungan minyak dan gas yang bertebaran di seluruh wilayah perairan Indonesia."

"Belum lagi kapal-kapal tanker yang berseliweran dengan mengangkut bahan minyak dan gas serta kapal-kapal selam yang membawa bahan nuklir melintasi tiga kawasan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) dimana salah satu dari tiga ALKI tersebut yakni ALKI III berada di kepualuan Nusa Tenggara Timur". Dengan demikian, sambung Tanoni mengutip Dorodjatun bahwa bila kemudian hari terjadi hal yang serupa maka akan lebih mudah untuk diselesaikan permasalahannya. Menurut Pak Djatun, Kompensasi Ganti Rugi adalah penting akan tetapi jauh lebih penting Kasus Petaka Montara ini dijadikan sebuah “Legal Precedent” sebagai sebuah warisan bagi anak cucu bangsa Indonesia."

Kepedulian Dorodjatun-Kuntjoro-Jakti,mantan Menko Perekonomian dalam Kabinet Gotong Royong ini terhadap Provinsi Nusa Tenggara Timur diaktualisasikan pada era kepemimpinan Pak Gubernur Herman Musakabe (1993-1998) dimana beliau memperkenalkan tiga orang ekonom ternama Universitas Indonesia (UI) yakni Pak Faisal Basri, Pak Acmad Shauki dan Ibu Sri Mulyani Indrawati (sekarang menjabat Menteri Keuangan RI) untuk melakukan kajian ekonomi bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur, tambah Tanoni.

Pak Djatun juga menyinggung tentang keprihatinan nya terhadap "Kasus Petaka Tumpahan Minyak Montara 2009 di Laut Timor" yang sudah berjalan tujuh tahun lebih tetapi penyelesaian nya seolah hanya berjalan di tempat,sementara ribuan masyarakat korban terus menderita, demikian Ferdi Tanoni katakan. (Julius)

back to top