Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Djarum Foundation dan Oei Hong Djien gelar pameran seni rupa

Djarum Foundation dan Oei Hong Djien gelar pameran seni rupa

Magelang,KoPi-OHD Museum bersama Bakti  Budaya Djarum Foundation menyelenggarakan pameran lukisan karya H Widayat yang berlangsung pada tanggal 26-31 Agustus 2014. Pameran berlangsung di tiga tempat yaitu OHD Museum Jalan Jenggolo 14 Magelang, Gedung OHD private collection di Jalan Gardu 3 Magelang dan Museum H Widayat di Jalan Soekarno Hatta Mungkid, Magelang.

Dalam pameran tersebut menampilkan 130 karya H Widayat milik keluarga Oei Hong Djien yang tidak pernah ditampilkan di depan publik.

Widayat merupakan salah seniman terbesar yang dimiliki Indonesia hingga saat ini. Kontribusinya sangat besar dalam dunia pendidikan seni rupa. Ia belajar di Jepang dari tahun 1960 hingga 1962. Kemudian mengajar di Asri dan ISI Yogyakarta selama 34 tahun. Widayat dikenal sebagai guru yang keras dan punya pengaruh terhadap murid-muridnya.  Seniman-seniman besar yang merasakan didikannya adalah Nyoman Gunarsa, Ivan Sagita, Heri Dono, Dadang Christanto dan Made Djirma.


Oei Hong Djien menjalin persahabatan yang erat dengan Widayat sejak lama. Dalam kurun waktu 14 tahun persahabatan mereka Oei Hong Djien telah mengoleksi karya sahabat yang ia kagumi sejak 1988.


"saya sangat kagum dengan karya- karya Widayat karena mempunyai pendekatan yang berbeda. Dalam hal "subyect matter" Widayat menggali dari kehidupan tradisional  dan primitif yang ia transformasikan menjadi karya modern. Ia menciptakan deformasi, komposisi dan tata warna yang unik. Ia menemukan sesuatu yang baru dalam wacana seni rupa Indonesia. Karena itu ia pantas disebut sebagai "Pioneer Number Four." Saya dan para pakar seni rupa sepakat menjajarkannya dengan pionir Affandi, S Sudjojono dan Hendra Gunawan," terangnya.


Dalam kesempatan pembukaan pameran tersebut Dr Oei Hong Djien dan DR Helena Spanjaard, ahli sejarah seni rupa kelahiran Belanda yang disertasinya membahas sejarah seni rupa  modern Indonesia -meluncurkan buku yang mereka tuis berjudul "Pioneer Number Four". Kata pengantar ditulis oleh putra Widayat sekaligus Direkyur Museum H Widayat, Fajar Purnomo Sidi.

back to top