Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Direktur WHO/TDR Kunjungi Kandang Nyamuk EDP Yogya

Direktur WHO/TDR Kunjungi Kandang Nyamuk EDP Yogya

EDP YOGYA- Direktur the Special Programme for Research and Training in Tropical Diseases (WHO/TDR), John C Reeder mengunjungi insektarium Eliminate Dengue Project (EDP) Yogya, Senin petang (3/4). John adalah direktur WHO/TDR yang memfokuskan programnya pada penelitian dan pelatihan terkait penyakit tropis.

EDP Yogya dikunjungi karena tengah melakukan penelitian pengendalian demam berdarah dengue (DBD) menggunakan teknologi inovatif yang telah dinyatakan WHO sebagai salah satu teknologi pengendalian vektor yang potensial diterapkan di masa mendatang, setelah melalui proses penelitian dan monitoring yang ketat.

EDP Yogya adalah kegiatan penelitian pengendalian demam berdarah dengue (DBD) yang dilaksanakan oleh Pusat Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran UGM dan didanai oleh Yayasan Tahija.

Penelitian yang dimulai sejak 2011 ini berfokus pada bakteri alami Wolbachia yang dapat menghambat perkembangan virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti.

Di insektarium yang menjadi dapurnya EDP Yogya ini John menerima penjelasan tentang tata laksana penelitian yang dilakukan di Yogyakarta ini.

Penjelasan itu semakin lengkap disertai dengan tinjauan langsung untuk melihat bagaimana persiapan yang dilakukan sebelum tim EDP Yogya menitipkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti. Proses yang dilakukan EDP Yogya pasca pelepasan Wolbachia juga tak luput dari amatan John.

John mengapresiasi penelitian yang dilakukan oleh EDP Yogya. “Saya yakin bukan pekerjaan mudah untuk menjalankan penelitian ini di masyarakat,” ungkap John saat menerima pemaparan tentang strategi EDP Yogya dalam mengenalkan penelitian ke masyarakat.

Tahun lalu, Kelompok Penasehat Kontrol Vektor Organisasi Kesehatan Dunia (VCAG WHO) merekomendasikan metode pengendalian menggunakan bakteri Wolbachia sebagai alternatif pengendali demam berdarah dengue.

“Bahkan WHO telah merekomendasikan pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dalam skala besar di Brazil untuk menekan penularan virus Zika,” tutur Prof. Adi Utarini, peneliti utama EDP Yogya yang mendampingi John petang itu.

John berkunjung ke insektarium EDP Yogya pada rangkaian kunjungan seharinya di Fakultas Kedokteran UGM (FK UGM).

Sejak tahun 2015 FK UGM telah ditunjuk oleh WHO/TDR sebagai salah satu dari tujuh universitas di dunia yang mengelola beasiswa pasca sarjana WHO/TDR dalam bidang riset implementasi.

Sebelumnya, sejak tahun 2010, Pusat Kedokteran Tropis FK UGM juga telah ditunjuk sebagai salah satu dari enam Regional Training Center (RTC) yang didukung oleh WHO/TDR untuk meningkatkan kapasitas penelitian kesehatan di wilayah Asia Tenggara.

“Sebagai RTC, kami tidak hanya menyelenggarakan pelatihan-pelatihan di tingkat Asia Tenggara namun juga pelatihan tingkat nasional dan lokal,” tutur dr. Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis yang terlibat langsung dalam penelitian EDP Yogya.

Untuk Informasi Lebih Lanjut :
Bekti Andari
Communication and Engagement Team Leader
Eliminate Dengue Project Yogyakarta
Gedung Pusat Antar Universitas (PAU) Jl. Teknika Utara Barek, Yogyakarta 55281
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | Phone: 081 7410 4701|
Website : www.eliminatedengue.or.id | Facebook: EDP Yogya | Instagram : edpyogya

back to top