Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Direktur WHO/TDR Kunjungi Kandang Nyamuk EDP Yogya

Direktur WHO/TDR Kunjungi Kandang Nyamuk EDP Yogya

EDP YOGYA- Direktur the Special Programme for Research and Training in Tropical Diseases (WHO/TDR), John C Reeder mengunjungi insektarium Eliminate Dengue Project (EDP) Yogya, Senin petang (3/4). John adalah direktur WHO/TDR yang memfokuskan programnya pada penelitian dan pelatihan terkait penyakit tropis.

EDP Yogya dikunjungi karena tengah melakukan penelitian pengendalian demam berdarah dengue (DBD) menggunakan teknologi inovatif yang telah dinyatakan WHO sebagai salah satu teknologi pengendalian vektor yang potensial diterapkan di masa mendatang, setelah melalui proses penelitian dan monitoring yang ketat.

EDP Yogya adalah kegiatan penelitian pengendalian demam berdarah dengue (DBD) yang dilaksanakan oleh Pusat Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran UGM dan didanai oleh Yayasan Tahija.

Penelitian yang dimulai sejak 2011 ini berfokus pada bakteri alami Wolbachia yang dapat menghambat perkembangan virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti.

Di insektarium yang menjadi dapurnya EDP Yogya ini John menerima penjelasan tentang tata laksana penelitian yang dilakukan di Yogyakarta ini.

Penjelasan itu semakin lengkap disertai dengan tinjauan langsung untuk melihat bagaimana persiapan yang dilakukan sebelum tim EDP Yogya menitipkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti. Proses yang dilakukan EDP Yogya pasca pelepasan Wolbachia juga tak luput dari amatan John.

John mengapresiasi penelitian yang dilakukan oleh EDP Yogya. “Saya yakin bukan pekerjaan mudah untuk menjalankan penelitian ini di masyarakat,” ungkap John saat menerima pemaparan tentang strategi EDP Yogya dalam mengenalkan penelitian ke masyarakat.

Tahun lalu, Kelompok Penasehat Kontrol Vektor Organisasi Kesehatan Dunia (VCAG WHO) merekomendasikan metode pengendalian menggunakan bakteri Wolbachia sebagai alternatif pengendali demam berdarah dengue.

“Bahkan WHO telah merekomendasikan pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dalam skala besar di Brazil untuk menekan penularan virus Zika,” tutur Prof. Adi Utarini, peneliti utama EDP Yogya yang mendampingi John petang itu.

John berkunjung ke insektarium EDP Yogya pada rangkaian kunjungan seharinya di Fakultas Kedokteran UGM (FK UGM).

Sejak tahun 2015 FK UGM telah ditunjuk oleh WHO/TDR sebagai salah satu dari tujuh universitas di dunia yang mengelola beasiswa pasca sarjana WHO/TDR dalam bidang riset implementasi.

Sebelumnya, sejak tahun 2010, Pusat Kedokteran Tropis FK UGM juga telah ditunjuk sebagai salah satu dari enam Regional Training Center (RTC) yang didukung oleh WHO/TDR untuk meningkatkan kapasitas penelitian kesehatan di wilayah Asia Tenggara.

“Sebagai RTC, kami tidak hanya menyelenggarakan pelatihan-pelatihan di tingkat Asia Tenggara namun juga pelatihan tingkat nasional dan lokal,” tutur dr. Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis yang terlibat langsung dalam penelitian EDP Yogya.

Untuk Informasi Lebih Lanjut :
Bekti Andari
Communication and Engagement Team Leader
Eliminate Dengue Project Yogyakarta
Gedung Pusat Antar Universitas (PAU) Jl. Teknika Utara Barek, Yogyakarta 55281
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | Phone: 081 7410 4701|
Website : www.eliminatedengue.or.id | Facebook: EDP Yogya | Instagram : edpyogya

back to top