Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

“Bebaskan Palestina” Lewat Puisi

“Bebaskan Palestina” Lewat Puisi

Siaran Press


KEDIRI – KoPi- Banyak cara membantu penderitaan rakyat Gaza, Palestina, yang hari ini terus dibombardir tentara Zionis Israel. Mulai dari mengirim tenaga relawan, bantuan uang, makanan dan obat-obatan, hingga sekurang-kurangnya doa.

Namun berbeda dilakukan sejumlah penulis di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Mereka menulis puisi dan menyerukan pembebasan Palestina dan perdamaian dunia lewat bait-bait puisi yang menyentuh jiwa.

Puisi itu dilombakan untuk menarik minat masyarakat Indonesia agar menujukan mata dan hati ke Palestina. Lomba telah dibuka mulai 15 Juli 2014 hingga berakhir pada 30 Agustus 2014.

Sementara itu, pemenang akan diumumkan pada 7 September 2014. Sebagai tanda apresiasi, FAM Indonesia memberikan hadiah berupa uang tunai, paket buku, dan piagam penghargaan. Puisi terpilih juga dibukukan.

Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela, Selasa (15/7) mengatakan, lomba terbuka untuk umum, baik muslim maupun nonmuslim yang turut peduli terhadap derita yang dialami rakyat Palestina. Sebab katanya, penduduk Palestina, selain muslim juga dihuni oleh nonmuslim.

“Walau lewat puisi, ini wujud kepedulian penulis Indonesia terhadap saudara-saudaranya di Gaza,” kata Aliya Nurlela yang juga penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh”.

Dijelaskan, adapun ketentuan lomba di antaranya, puisi bertema “Bebaskan Palestina”. Naskah puisi harus asli (original) karya sendiri, bukan jiplakan atau terjemahan dan sedang tidak diikutsertakan pada lomba lain yang bersamaan.

“Puisi mengandung unsur kebaruan dan memuat pesan-pesan dukungan dan kepedulian terhadap penderitaan yang sedang diderita rakyat Palestina,” ujarnya.

Selain itu, naskah puisi diketik di komputer dengan ukuran A4/kuarto, maksimal 1 halaman 1 spasi, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Peserta menuliskan Biodata (ditulis dalam bentuk narasi) dibubuhkan di lembar terakhir naskah. Puisi yang diikutsertakan maksimal 2 (dua) judul.

Naskah dikirim ke panitia lomba via email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. (selambat-lambatnya 30 Agustus 2014). Subjek Email ditulis: LOMBA CIPTA PUISI FAM_NAMA PENULIS.

“Informasi lebih lengkap dapat bergabung di grup “Forum Aishiteru Menulis” di facebook yang saat ini beranggotakan 10.700-an anggota,” tambahnya. (rel)





   

back to top