Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Zulkifli Hasan: "Umat Islam masih rapuh dalam segi politik, ekonomi, sosial"

Zulkifli Hasan: "Umat Islam masih rapuh dalam segi politik, ekonomi, sosial"

Yogyakarta-KoPi|Konggres Umat Islam Indonesia VI 2015 bertempat di Yogyakarta. Konggres berlangsung selama tiga hari, 8-11 Februari 2015. Pada hari ketiga kelanjutan konggres Ketua MPR RI, Dr. H. Zulkifli Hasan, SE., MM berkesempatan memberikan sambutan.

Menurutnya tema Konggres kali ini “ Penguatan Peran Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban”, merupakan tema yang sangat inspiratif. Kelengkapan aspek kehidupan tersebut definisi pengurusan dan pelaksanaan di tangan negara dan umat.
Dalam uraiannya Zulkifli Hasan menuturkan beberapa poin penting. Posisi Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, memiliki keselarasan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Namun posisi massifnya umat Islam Indonesia belum diimbangi dengan kuliatasnya. “Umat Islam sekarang masih berjuang mengejar ketertinggalan dalam banyak bidang baik ekonomi, politik, ekonomi dan sosial budaya yang berimplikasi pada peradaban bangsa”, terang Zulkifli Hasan.
Padahal umat Islam memiliki andil yang besar terhadap sejarah kemerdekaan Indonesia. Romansa masa lampau itu setidaknya mampu memberikan inspirasi peran umat Islam saat ini.

Dalam aspek politik umat Islam masih lemah. Hal ini terindikasi dari rapuhnya nilai-nilai Islam. “Penting bagi umat Islam menjadi role model integrasi pelaksanaan politik Indonesia”, tutur Zulkifli Hasan.

Selain politik, Zulkifli Hasan juga menyinggung ekonomi syariah. Zulkifli menyadari, populasi tertinggi umat Islam belum disertai dengan landasan ekonomi syariah. “Tantangan kita bersama berupa sistem kapitalistik dari dalam maupun luar negeri”.

Koreksi dari segi budaya pun turut dilotarkan, Zulkifli prihatin esensi kehidupan telah bergeser menuju kehampaan.
“Kita menuju era simbolisasi semu, spiritualitas yang hilang, berganti semangat konsumerisme dan pragmatisme”. |Winda Efanur FS|

back to top