Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Wibawa polisi semakin jatuh di mata masyarakat

Wibawa polisi semakin jatuh di mata masyarakat
Surabaya – KoPi | Pakar Sosiologi Hukum Universitas Airlangga Prof. Dr. Musta'in Mashud menilai pelantikan Komisaris Jendral Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri pada Rabu (22/4) lalu akan menuai 2 situasi politik di masyarakat.

Menurutnya, masyarakat umum akan tidak peduli dengan pelantikan Budi sebagai Wakapolri. Masyarakat umum akan bersikap tidak acuh dengan penentuan wakapolri. “Mau Wakapolrinya jendral pangkat tinggi atau bahkan malaikat, masyarakat umum akan ‘bodo amat’. Tidak akan memberi efek langsung yang akan dirasakan bagi mereka. Itu kenapa mereka akan bersikap acuh,” ujar Mustain.

Namun, masyarakat kritis yang merupakan pemerhati politik Indonesia akan mengecam keadaan tersebut. Pada dasarnya, masyarakat kritis merupakan orang yang paham proses penangkapan, pelimpahan kewenangan, dan segala proses hukum dari BG itu sendiri. Masyrakat kritis inilah yang akan menuai aksi-aksi mendesak penurunan BG sebagai Wakapolri.

Mustain meyakini situasi politik di Indonesia akan tetap stabil walau dengan adanya isu pelantikan Budi sebagai Wakapolri. Namun, wibawa polisi sebagai aparatur negara akan jatuh di mata masyarakat. Kredibilitas lembaga Kepolisian sebagai institusi penegak hukum akan kembali dipertanyakan.

“Masyarakat akan menilai pemilihan pejabat Polri tidak didasari kredibilitasnya, melainkan melalui negosiasi. Namun, negosiasi yang terjadi di sini sangat bias kepentingan, sehingga memunculkan negosiasi transaksional. Hanya orang yang bisa bernegosiasi dan melakukan transaksi yang mampu membesarkan kepentingannya kepada lembaga hukum itu,” ujar Mustain.

Menurunnya kredibilitas polisi di mata masyarakat maka akan berdampak pada ketaatan masyarakat terhadap hukum di Indonesia. Simbol fisik maupun kebijakan polisi dalam menciptakan ketertiban akan mudah untuk dilanggar. Masyarakat dengan mudah menilai bahwa lembaga ini mudah di negosiasi dengan transaksi, sehingga memudahkan penyelewengan hukum. | Labibah

back to top