Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Wibawa polisi semakin jatuh di mata masyarakat

Wibawa polisi semakin jatuh di mata masyarakat
Surabaya – KoPi | Pakar Sosiologi Hukum Universitas Airlangga Prof. Dr. Musta'in Mashud menilai pelantikan Komisaris Jendral Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri pada Rabu (22/4) lalu akan menuai 2 situasi politik di masyarakat.

Menurutnya, masyarakat umum akan tidak peduli dengan pelantikan Budi sebagai Wakapolri. Masyarakat umum akan bersikap tidak acuh dengan penentuan wakapolri. “Mau Wakapolrinya jendral pangkat tinggi atau bahkan malaikat, masyarakat umum akan ‘bodo amat’. Tidak akan memberi efek langsung yang akan dirasakan bagi mereka. Itu kenapa mereka akan bersikap acuh,” ujar Mustain.

Namun, masyarakat kritis yang merupakan pemerhati politik Indonesia akan mengecam keadaan tersebut. Pada dasarnya, masyarakat kritis merupakan orang yang paham proses penangkapan, pelimpahan kewenangan, dan segala proses hukum dari BG itu sendiri. Masyrakat kritis inilah yang akan menuai aksi-aksi mendesak penurunan BG sebagai Wakapolri.

Mustain meyakini situasi politik di Indonesia akan tetap stabil walau dengan adanya isu pelantikan Budi sebagai Wakapolri. Namun, wibawa polisi sebagai aparatur negara akan jatuh di mata masyarakat. Kredibilitas lembaga Kepolisian sebagai institusi penegak hukum akan kembali dipertanyakan.

“Masyarakat akan menilai pemilihan pejabat Polri tidak didasari kredibilitasnya, melainkan melalui negosiasi. Namun, negosiasi yang terjadi di sini sangat bias kepentingan, sehingga memunculkan negosiasi transaksional. Hanya orang yang bisa bernegosiasi dan melakukan transaksi yang mampu membesarkan kepentingannya kepada lembaga hukum itu,” ujar Mustain.

Menurunnya kredibilitas polisi di mata masyarakat maka akan berdampak pada ketaatan masyarakat terhadap hukum di Indonesia. Simbol fisik maupun kebijakan polisi dalam menciptakan ketertiban akan mudah untuk dilanggar. Masyarakat dengan mudah menilai bahwa lembaga ini mudah di negosiasi dengan transaksi, sehingga memudahkan penyelewengan hukum. | Labibah

back to top