Menu
Montara Task Force harus ambil alih penecemaran Laut Timor

Montara Task Force harus ambil alih…

Kupang-KoPi| "Montara T...

Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Prev Next

Warga Surabaya tuntut Pilkada tepat waktu

Warga Surabaya tuntut Pilkada tepat waktu
Surabaya - KoPi| Masyarakat Surabaya semakin gerah dengan tingkah polah partai dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya dalam melaksanakan Pilkada. Kamis (3/9) ratusan masyarakat Surabaya melakukan aksi di kantor KPU Kota Surabaya. Mereka meminta agar KPU Surabaya bersungguh-sungguh  bersedia melakukan tugasnya yakni menggelar Pilkada Surabaya 2015.
 

Koordinator aksi Aldi Karmailis mengatakan bahwa aksi ini untuk menekan agar KPU bersedia melakukan tugasnya, yakni menggelar Pilkada Surabaya 2015. Dalam aksi tersebut perwakilan massa juga menyodorkan surat perjanjian bermaterai kepada Ketua KPU untuk menggelar Pilkada Surabaya tahun 2015.

Dalam surat tersebut Aldi menjelaskan bahwa jika ternyata gagal menggelar Pilkada 2015 Komisioner KPU diminta mengundurkan diri. "Ini adalah gerakan masyarakat. Kami meminta KPU berkomitmen sesuai tugasnya," tegas Aldi.

Menanggapi aksi masyarakat Surabaya tersebut, KPU Kota Surabaya belum mengambil keputusan karena masih menunggu hasil gugatan tiga partai besar. Tiga partai pengusung pasangan calon walikota Surabaya, yaitu PAN, Demokrat, dan PDI-P mengajukan tuntutan ke DKPP terkait penetapan status TMS (tidak memenuhi syarat) pasangan calon Rasiyo-Dhimam Abror.

Robiyan Arifin, Ketua KPU Kota Surabaya mengatakan, saat ini dia meminta informasi pada Panwaslu terkait penyelesaian sengketa. Ia berpendapat, jangan sampai sengketa belum selesai namun KPU kembali membuka pendaftaran. 

"Jangan sampai setelah ada yang daftar ternyata hasil sengketa keluar bahwa pasangan calon Rasiyo-Dhimam bisa ikut Pilkada. Jadi repot lagi nantinya," ujarnya.

KPU Kota Surabaya akan menunggu hasil sengketa gugatan itu sampai tanggal 5 September. Jika nanti gugatan ketiga parpol tersebut dimenangkan, maka KPU tidak membuka pendaftaran lagi. Begitu pula sebaliknya, jika gugatan tiga partai politik tersebut ternyata gugur, maka KPU akan membuka pendaftaran pada 6-8 September.

back to top