Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Warga Surabaya tuntut Pilkada tepat waktu

Warga Surabaya tuntut Pilkada tepat waktu
Surabaya - KoPi| Masyarakat Surabaya semakin gerah dengan tingkah polah partai dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya dalam melaksanakan Pilkada. Kamis (3/9) ratusan masyarakat Surabaya melakukan aksi di kantor KPU Kota Surabaya. Mereka meminta agar KPU Surabaya bersungguh-sungguh  bersedia melakukan tugasnya yakni menggelar Pilkada Surabaya 2015.
 

Koordinator aksi Aldi Karmailis mengatakan bahwa aksi ini untuk menekan agar KPU bersedia melakukan tugasnya, yakni menggelar Pilkada Surabaya 2015. Dalam aksi tersebut perwakilan massa juga menyodorkan surat perjanjian bermaterai kepada Ketua KPU untuk menggelar Pilkada Surabaya tahun 2015.

Dalam surat tersebut Aldi menjelaskan bahwa jika ternyata gagal menggelar Pilkada 2015 Komisioner KPU diminta mengundurkan diri. "Ini adalah gerakan masyarakat. Kami meminta KPU berkomitmen sesuai tugasnya," tegas Aldi.

Menanggapi aksi masyarakat Surabaya tersebut, KPU Kota Surabaya belum mengambil keputusan karena masih menunggu hasil gugatan tiga partai besar. Tiga partai pengusung pasangan calon walikota Surabaya, yaitu PAN, Demokrat, dan PDI-P mengajukan tuntutan ke DKPP terkait penetapan status TMS (tidak memenuhi syarat) pasangan calon Rasiyo-Dhimam Abror.

Robiyan Arifin, Ketua KPU Kota Surabaya mengatakan, saat ini dia meminta informasi pada Panwaslu terkait penyelesaian sengketa. Ia berpendapat, jangan sampai sengketa belum selesai namun KPU kembali membuka pendaftaran. 

"Jangan sampai setelah ada yang daftar ternyata hasil sengketa keluar bahwa pasangan calon Rasiyo-Dhimam bisa ikut Pilkada. Jadi repot lagi nantinya," ujarnya.

KPU Kota Surabaya akan menunggu hasil sengketa gugatan itu sampai tanggal 5 September. Jika nanti gugatan ketiga parpol tersebut dimenangkan, maka KPU tidak membuka pendaftaran lagi. Begitu pula sebaliknya, jika gugatan tiga partai politik tersebut ternyata gugur, maka KPU akan membuka pendaftaran pada 6-8 September.

back to top