Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Tuntutan masyarakat Astra Ksetra Lampung

pic: tni-au.mil.id pic: tni-au.mil.id

Siaran Press

Lampung,KoPi-Kampung Astra Ksetra, semula terdiri Umbul Cempaka, Umbul Geguruh, Umbul Tulung Pies, umbul R dan Umbul Pringgondani yang sebagian masyarakatnya merupakan purnawirawan TNI-AU,  masyarakat pendatang dan masyarakat  pribumi.

Wilayah administrasi Kampung Astra Ksetra awalnya bagian dari asset tanah ABRI C.q. TNI-AU, yang berdasarkan Peraturan Penguasa Perang Pusat (PeperpuNo : 36/PEPERPU/AU 58 tanggal 15 Oktober 1958, Peperpu No : 02/PEPERPU/1959 tanggal 25 Januari 1959.) yang luasnya +- 133.000 Ha.

Kemudian sesuai dengan Notulen Rapat pembahasan tentang permohonan Aset Desa Astra Ksetra dengan pemerintah Propinsi Daerah Tingkat 1 Lampung tanggal 3 September 1996 serta izin lokasi dari gubernur KDH Tingkat I Lampung dan Badan Pertanahan Kabupaten Lampung Utara telah ditetapkan untuk pembagian areal diantaranya:
1. PT. Sweet Indo Lampung (belum sertifikat)        = 124.000 Ha.
2. PT. KapuanKencanaSejati (belum sertifikat)        =     4.000 Ha.
3 Lanud Astra Ksetra (sudah sertifikat HakPakai)        =     4.407 Ha.
                        Jumlah        = 132.407 Ha.

Sisanya 593 Ha. Diluar Lanud Astra Ksetra Diperuntukan untuk kampung.

Menurut Undang -UndangNo. 5 tahun 1979 tentang pemerintahan Desa jo PERMENDAGRI No. 4 tahun 1981 jo. PERDA No. 1 tahun 1982 tentang pembentukan, pemecahan, penyatuan dan penghapusan suatu Desa, serta surat keputusan Gubernur KDH TK 1. Lampung No. G/074/B.III/HK/1983, bahwa syarat berdirinya suatu Desa yang penyelenggaraan rumah tangganya oleh kepala Desa harus mempunyai luas wilayah minimal 1.000 Ha.

Dikarenakan luas areal kampung Astra Ksetra masih kurang, dan penguasaan lahan antara kampung dengan PT. KKS lebih  dahulu Kampung Astra Ksetra, dan PT KKS. Masih  merupakan pencadangan, maka kekurangan  areal Kampung Astra Ksetra dapat ditambah dari pencadangan PT. KKS.

Dengan demikian sampai dengan saat ini luas areal kampung Astra Ksetra secara administratif  +- 1.389 Ha, yang sudah dikeluarkan dari aset DEPHANKAM dan menjadi desa/ Kampung definitif, No Register 18.05.02.07 yang memiliki KK +- 625
Namun dalam perjalanannya pihak TNI-AU tidak mengakui status tanah Kampung Astra Ksetra, ini dibuktikan dengan beberapa tindakan – tindakan yang dilakukan oleh Aparat TNI-AU, diantaranya :


-    Pihak TNI-AU memasang Plang Tanah milik TNI-AU di areal Kampung Astra Ksrta
-    Pihak TNI-AU melarang warga kampung untuk mendirikan bangunan, rumah ibadah secara permanen di areal kampung.


Berdasarkan data-data dan kejadian di lapangan, maka kami masyarakat Kampung Astra Ksetra menuntut dan memohon kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, dan DPRD kab. Tulang Bawang untuk :


1.    Memberikan kejelasan status keberadaan wilayah kampung Astra Ksetra.
2.    Menyelesaikan status  kepemilikan tanah warga kampung Astra Ksetra.
3.    Menjamin bahwa selama dalam proses penyelesaian agar pihak-pihak luar untuk tidak melakukan intervensi di wilayah Kampung Astra Ksetra.

 

back to top