Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

TPS fiktif di Kabupaten Sampang

TPS fiktif di Kabupaten Sampang

Sampang – KoPi, Kejadian memalukan terjadi dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan serentak secara nasional pada kemarin (9/4). Hajatan nasional yang sejatinya disambut dengan semangat luber jurdil malah dinodai oleh praktek-praktek ilegal.

Di dusun Kira Barat, kecamatan Ketapang kabupaten Sampang terjadi kasus TPS fiktif.


Di mana di desa tersebut surat undangan pencoblosan tidak dibagikan dan terdistribusikan oleh panitia penyelenggara setempat. Ajaibnya terjadi proses rekapitulasi oleh panitia padahal sebelumnya tidak ada proses pungut-hitung suara, hal ini terjadi di TPS 08 dan 09


Hal ini bermula ketika adanya isu sidak dari jajaran Kapolda, seketika TPS fiktif itu yang semula tidak ada kemudian oleh KPPS didirikan untuk menutupi kecurigaan dan lolos dari pantauan sidak tersebut. Di TPS tersebut hanya ada kotak suara namun tidak tersedia bilik suara.


kejadian ini sitengarai kental indikasi adanya manipulasi yang dilakukan oleh salah satu caleg, terkait hal ini Panwaslu Kabupaten Sampang masih melakukan penyidikan.


Jika terbukti bersalah, maka pelaku tersebut akan diancam pidana penjara paling lama 4 (empat ) tahun penjara, dengan denda 48 juta, sesuai pasal 309 UU No.8 Tahun 2012 karena telah menghilangkan hak suara pemilih.



Nora T. Ayudha

 

back to top