Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

TPS fiktif di Kabupaten Sampang

TPS fiktif di Kabupaten Sampang

Sampang – KoPi, Kejadian memalukan terjadi dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan serentak secara nasional pada kemarin (9/4). Hajatan nasional yang sejatinya disambut dengan semangat luber jurdil malah dinodai oleh praktek-praktek ilegal.

Di dusun Kira Barat, kecamatan Ketapang kabupaten Sampang terjadi kasus TPS fiktif.


Di mana di desa tersebut surat undangan pencoblosan tidak dibagikan dan terdistribusikan oleh panitia penyelenggara setempat. Ajaibnya terjadi proses rekapitulasi oleh panitia padahal sebelumnya tidak ada proses pungut-hitung suara, hal ini terjadi di TPS 08 dan 09


Hal ini bermula ketika adanya isu sidak dari jajaran Kapolda, seketika TPS fiktif itu yang semula tidak ada kemudian oleh KPPS didirikan untuk menutupi kecurigaan dan lolos dari pantauan sidak tersebut. Di TPS tersebut hanya ada kotak suara namun tidak tersedia bilik suara.


kejadian ini sitengarai kental indikasi adanya manipulasi yang dilakukan oleh salah satu caleg, terkait hal ini Panwaslu Kabupaten Sampang masih melakukan penyidikan.


Jika terbukti bersalah, maka pelaku tersebut akan diancam pidana penjara paling lama 4 (empat ) tahun penjara, dengan denda 48 juta, sesuai pasal 309 UU No.8 Tahun 2012 karena telah menghilangkan hak suara pemilih.



Nora T. Ayudha

 

back to top